MAKASSAR, BUKAMATA - Jumat malam, 2 Oktober 2021. Jarum jam menunjukkan pukul 21.21 Wita. Daeng Sudding baru saja terlelap, ketika pintu rumahnya di Jl Inspeksi Kanal, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulsel, diketuk dengan keras.
Kesal, kakek berusia 81 tahun itu keluar. Dia bermaksud menegur anak-anak muda yang ribut di sekitar rumahnya. Sekuriti salah satu perumahan itu sudah memasang wajah sangar.
Namun tiba-tiba marahnya menyusut. Berganti kepanikan. Anak-anak muda itu menunjuk atap rumahnya yang berasap. Api membakar rumahnya. Dia segera berlari, menjauh dari titik api.
Sebanyak 15 armada Pemadam Kebakaran Kota Makassar tiba di lokasi. Sibuk menaklukkan si jago merah. Butuh sejam. Akhirnya api padam.
Daeng Sudding lantas ke rumahnya. Dia mencari harta yang tersisa. Alhamdulillah, ada uang gajinya. Uang itu masih utuh di atas tempat tidur yang sudah tak utuh.
Wahidah, ketua RT setempat membenarkan ada belasan rumah warganya terbakar. Wadanton Damkar Kota Makassar, Ramli menyebutkan, tak ada korban jiwa. Hanya saja, 23 kepala keluarga kehilangan tempat bernaung.
Saat ini, penyebab kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian dari Polsek Rappocini Makassar.
Penulis: Noer
BERITA TERKAIT
-
Kebakaran Hanguskan 1 Rumah di Jl Andi Djemma Lorong 2, Saat Salat Tarawih
-
Sepanjang Tahun 2022, Kerugian Akibat Kebakaran di Makassar Tembus Rp 21,6 Miliar
-
Ditinggal Penghuni, Rumah Semi Permanen Dilahap Sijago Merah
-
Kebakaran Antang, FKH Makassar : K3 Sangat Penting
-
Potret Pilu Korban Kebakaran di Makassar Mengais Puing-puing Rumah