Redaksi : Sabtu, 25 September 2021 13:08
Gibran saat dievakuasi dari Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat.

GARUT, BUKAMATA - M Gibran masih terbaring lemah di bangsal Puskesmas Tarogong. Remaja 14 tahun itu ditunggui ayah dan ibunya. Mengenakan kaus hitam dengan selang infus di tangan kanannya, Gibran menceritakan detik-detik dirinya hilang di Gunung Guntur serta pengalaman mistisnya selama hilang.

Sabtu, 18 September 2021. Gibran bersama 13 rekannya mendaki Gunung Guntur, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sudah di Pos 3. Jarum jam menunjukkan sekira pukul 17.00 WIB. Karena sudah gelap, mereka memutuskan untuk bermalam di tempat itu.

Keesokan harinya, rombongan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak. Namun, Gibran enggan ikut. Dia memilih tetap di dalam tendanya.

Sekitar empat jam kemudian, rombongan kembali ke Pos 3 dari puncak. Mereka kaget saat Gibran sudah tidak ada di tendanya.

Ternyata setelah kepergian temannya, Gibran yang saat itu berada di dalam tenda, mendengar ada yang berteriak memanggil namanya. "Gibraaan...!!!" teriakan itu terdengar jelas di telinga Gibran. Dia pun mengikuti arah suara. Ternyata ke sebuah jurang.

Dia mengaku selalu merasa sadar. Dia berjumpa dengan lima sosok berwujud manusia. Lima perempuan, dan yang satunya lelaki. Salah satu sosok wanita menawarkan makanan kepada Gibran. Wanita itu berbaju putih. Sudah tua.

Gibran ingat, makanannya ada nasi dan ikan. Akan tetapi Gibran tidak memakan makanan itu. Pasalnya, dia tidak mengenal mereka.

Gibran mengaku saat itu sedang berada di sebuah tempat yang menyerupai tebing. Selama lima hari, dia tidak pernah merasakan pergantian hari. Pasalnya, suasana tak pernah gelap. Selalu terang.

Remaja itu mengaku sempat berupaya keluar dari tempat itu. Namun upayanya itu selalu gagal. Dia selalu terjatuh.

Gibran akhirnya ditemukan Jumat petang oleh tim SAR gabungan di Curug Cikoneng. Jaraknya, sekitar 750 meter dari dari Pos 3. Dia pun dievakuasi oleh tim SAR gabungan.