Wiwi
Wiwi

Jumat, 17 September 2021 11:37

Suasana bongkar muat barang di Pelabuhan Indonesia.
Suasana bongkar muat barang di Pelabuhan Indonesia.

Pengusaha Bersorak, Integrasi Pelindo Mampu Tekan Biaya Logistik

Integrasi atau penggabungan BUMN Pelabuhan yakni PT Pelabuhan Indonesia I, II, III, dan IV dalam suatu entitas tunggal akan menciptakan sinergi BUMN Pelabuhan dengan standarisasi operasional untuk meningkatkan efisiensi logistik nasional.

MAKASSAR, BUKAMATA –Barang-barang mulai diturunkan dari kapal. Satu per satu dicek kerusakannya. Jika masuk kategori layak, penerima tinggal menunggu kiriman di rumahnya.

Sayangnya, menerima barang kiriman tidak semudah mengirim barang. Para pelaku usaha, biasanya harus membungkus produk seaman dan sebaik mungkin. Tak hanya itu, pengirim juga harus menyedikan rupiah yang cukup besar untuk menggunakan jasa kirim transportasi laut.

Meski harganya jauh lebih murah dari jasa kirim transportasi udara, banyak pelaku usaha yang masih harus memutar otak agar keutungan mereka sesuai perhitungan di awal. Pasalnya, jasa kirim menggunakan kapal laut diakui masih sangat tinggi saat ini.

Keluhan-keluhan itulah yang menjadi salah satu alasan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) untuk melakukan integrasi.

Integrasi atau penggabungan BUMN Pelabuhan yakni PT Pelabuhan Indonesia I, II, III, dan IV dalam suatu entitas tunggal akan menciptakan sinergi BUMN Pelabuhan dengan standarisasi operasional untuk meningkatkan efisiensi logistik nasional. 

"Integrasi Pelindo akan meningkatkan produktivitas dan efisiensi melalui standarisasi proses bisnis dan pelayanan di pelabuhan,” ungkap Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero), Prasetyadi dalam kegiatan temu media di Seluruh Wilayah Timur Indonesia, Selasa (14/9/2021).

Menurutnya, Integrasi akan meringankan beban pelaku usaha terhadap biaya kirim logistik, karena akan mengalami penurunan harga barang yang diangkut.

Saa ini, kata dia, biaya logistik nasional masih tergolong tinggi bila dibandingkan dengan negara-negara lain yakni sekitar 23 persen dari total Gross Domestic Product (GDP) Indonesia.

Hal itu disebabkan oleh operasi dan infrastruktur pelabuhan yang belum optimal.

Dengan kondisi tersebut lanjutnya, pemerintah akan melakukan Integrasi Pelindo untuk meningkatkan konektivitas nasional dan standarisasi pelayanan pelabuhan, layanan logistik yang terintegrasi.

“Integrasi juga mampu meningkatkan skala usaha dan penciptaan nilai BUMN Layanan Pelabuhan melalui keunggulan operasional serta komersial dan keuangan,”ungkapnya.

Sementara itu, salah satu pelaku usaha rumput laut di Sulsel, Khaerul Fadly Islami menyampaikan, sangat senang dengan integrasi yang akan dilakukan Pelindo.

Pasalnya, selama ini, biaya pengiriman logistik sangat mahal. Tak hanya itu, kapal yang membawa barang juga seringkali mengalami keterlambatan bersandar di pelabuhan sehingga merugikan pelaku usaha, khususnya di bidang usaha rumput laut.

"Kami sangat senang jika Integrasi memang benar-benar dilakukan. Karena jujur selama ini kami mengalami banyak kesulitan dengan prosedur yang diterapkan PT Pelindo saat ini. Selain harga yang mahal, juga kapal yang seringkali telat bersandar di pelabuhan,"ungkap Erik sapaan Khaerul.

Namun Erick tetap mendukung penuh langkah perusahaan pelat merah itu dalam melakukan integrasi. Ia mengaku sangat tidak sabar menantikan Integrasi Pelindo, agar seluruh tujuan dari integrasi bisa segara Ia dan pelaku usaha lainnya rasakan.

Diketahui, Integrasi dilakukan Pelindo sebagai komitmennya "Menjadi Pemimpin Ekosistem Maritim Terintegrasi dan Berkelas Dunia”, dengan misi “Mewujudkan jaringan ekosistem maritim nasional melalui peningkatan konektivitas jaringan dan integrasi pelayanan guna mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.”

Selain menekan biaya logistik, Integrasi juga akan memudahkan koordinasi pengembangan kawasan industri dan ekonomi khusus di sekitar pelabuhan di daerah-daerah, sehingga mendorong peningkatan konektivitas hinterland yang akan berdampak pada meningkatnya volume ekspor-impor dan trafik pelabuhan.

Dengan demikian, selain berkontribusi positif pada perekonomian nasional, integrasi juga merangsang pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah.

Skema integrasi BUMN Pelabuhan dipilih karena mempertimbangkan beberapa faktor antara lain potensi penciptaan nilai yang efisien dan terkoordinasi secara sistematis, fokus kompetensi yang dimiliki saat ini, tingkat disrupsi yang tidak terlalu tinggi karena terdapat penyesuaian sinergi secara bertahap dari business as usual.

Selain itu cost of fund dapat dioptimalkan dengan sebagai entitas yang lebih besar dan kuat, entitas penerima penggabungan (surviving entity) bisa mengelola aset lebih baik dan efisien.

 

 

 

#pelindo integrasi #Pelindo IV #pelabuhan indonesia #logistik pelindo