Ibnu Kasir Amahoru
Ibnu Kasir Amahoru

Senin, 13 September 2021 15:56

Sri Mulyani. IST
Sri Mulyani. IST

Sri Mulyani Sebut Ada 127 Kepala Daerah Koruptor

Menurut Sri Mulyani, selama ini pengelolaan tata keuangan di daerah belum akuntabel dan efisien. Bahkan transparansi masih menjadi konsentrasi publik sejak 2004.

BUKAMATA - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyebut ada 127 kepala daerah terpidana kasus korupsi. Jumlah tersebut sejak tahun 2004 hingga 2021.

Menurut Sri Mulyani, selama ini pengelolaan tata keuangan di daerah belum akuntabel dan efisien. Bahkan transparansi masih menjadi konsentrasi publik sejak 2004.

Sri Mulyani mengungkapkan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) yang berasal dari pemerintah pusat tersebut bertujuan untuk mengurangi disparitas dari satu daerah dengan daerah lainnya. Namun, nyatanya penyelenggaraan keuangan daerah masih belum optimal.

"Kita observasi sejak 2004-2021, belum optimalnya tata kelola penyelenggaraan daerah. Bahkan isu transparansi dan integritas sangat menjadi concern publik," kata Sri Mulyani dalam rapat dengan Komisi XI, Senin (13/9/2021).

"Sejak 2004-2021, ada 127 kepala daerah terpidana kasus korupsi," kata Sri Mulyani melanjutkan.

Adapun survei BRIN 2021 juga terungkap bahwa kolaborasi antar daerah maupun dalam menciptakan daya tarik, investasi, dan competitiveness, upaya pemerintah daerah masih terbatas.

"60% pemerintah daerah mempunyai indeks daya saing sedang dan rendah, berdasarkan survei BRIN 2021," jelas Sri Mulyani.

Oleh karena itu, belum optimalnya kapasitas daerah, menyebabkan pencapaian negara sulit tercapai, terutama dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

Pasalnya saat ini penyelenggaraan pendidikan sudah didelegasikan kepada pemerintah daerah.

"Contoh penyelenggaraan PAUD yang sudah didesentralisasikan ke daerah, sehingga kalau daerah gak bisa melaksanakan dengan baik, akan terasa pada jenjang yang lebih tinggi, dan pada akhirnya berdampak pada SDM hari ini dan ke depan," jelas Sri Mulyan

#Korupsi

Berita Populer