Ibnu Kasir Amahoru
Ibnu Kasir Amahoru

Senin, 13 September 2021 17:45

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Pegawai BNI Makassar yang Bobol Deposito Rp45 M Jadi Tersangka, Begini Modusnya

Pelaku diduga memalsukan deposito nasabah Andi Idris Manggabarani senilai Rp 45 miliar. Juga ada dua nasabah BNI yang ikut jadi korban.

BUKAMATA - Pegawai Bank BNI di Makassar berinisial MBS ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pembobolan dana deposito nasabah senilai Rp 45 miliar.

Penetapan tersebut dilakukan setelah BNI membuat laporan pada 1 April lalu ke Bareskrim Polri. Laporan itu terkait dugaan tindak pidana perbankan dan pencucian uang.

Pelaku diduga memalsukan deposito nasabah Andi Idris Manggabarani senilai Rp 45 miliar. Dana deposan seluruhnya berjumlah Rp 70 miliar dan sudah dibayar Rp 25 miliar.

Tidak hanya itu, nasabah lain berinisial H yang merugi Rp16,5 miliar berasal dari dana yang didepositokan sebesar Rp20 miliar dan sudah dibayar Rp3,5 miliar. Terakhir ialah nasabah berinisial R dan A yang merugi hingga Rp50 miliar.

"Tersangka adalah pegawai BNI Makassar. Mengalami kerugian deposan Saudara IMB sejumlah Rp 45 M,” kata Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Helmy Santika, Senin (13/92021).

Helmy Santika menjelaskan, dalam beraksi pelaku menawarkan deposito ke korban berinisial AN dengan bunga 8,25 persen pada Juli 2019 lalu. Korban pun tertarik.

“Menawarkan untuk buka deposito di BNI cabang Makassar dengan bunga 8,25 % dan mendapatkan bonus lainnya,” ungkap Helmy.

Setelah korban menyetujui, lanjut Helmy, pelaku lalu menyediakan slip setoran yang isinya persetujuan korban untuk memindahkan uang ke rekening deposito. Namun, rekening tersebut tak pernah ada alias fiktif.

“Selanjutnya oleh MBS dan rekan bisnisnya, dana yang ada di rekening bisnis deposan ditarik, dan dalam waktu yang bersamaan disetorkan ke rekening yang sudah disiapkan oleh tersangka MBS dan kawannya, di antaranya terdapat rekening fiktif atau bodong,” ujar Helmy.

Kasus itu terungkap setelah korban tak mendapati adanya setoran keuntungan. Bahkan setelah dicek, uang yang disetor tak pernah tercatat di bank BNI.

“Nasabah walau sebagai nasabah prioritas atau emeral sebaiknya jangan terlalu mudah untuk percaya dan tetap harus cek,” tutup Helmy.


Saat ini pelaku ditahan di Bareskrim Polri dan dijerat Pasal 3 dan Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

#Bank BNI

Berita Populer