MAKASSAR, BUKAMATA - Andi Alfian (18) mengira polisi sudah lupa kasus pembunuhan setahun lalu. Tepatnya Mei 2020. Di mana seorang pemuda tewas dengan anak panah besi menancap di lehernya di Pampang, Makassar.
Andi Alfian, sang pemanah besi yang menyebabkan korban tewas, lalu melarikan diri ke Palopo. Ada setahun di sana. Hingga kemudian di rindu rumahnya, lalu kembali.
Namun, polisi mengendus keberadaan Andi Alfian di Jl Pampang, Kecamatan Panakkukang, Makassar. Unit Jatanras Polrestabes Makassar Polrestabes Makassar ke lokasi.
Kanit Jatanras Polrestabes Makassar, Iptu Afhi Abrianto mengatakan, saat digerebek di rumahnya, pelaku sempat berusaha kabur dengan baik ke lantai dua rumah tetangganya. Namun polisi yang sudah mengepung tempat itu, tak ingin kehilangan buruannya untuk kedua kalinya. Andi Alfian berhasil dibekuk. Jalan pelariannya ditutup polisi.
Kepada polisi, Andi Alfian mengakui perbuatannya. Menurutnya, saat itu terjadi tawuran di sekitar Jalan Pampang. Dua kelompok saling serang. Andi Alfian membidikkan anak panah besi ke arah leher korban. Lalu, anak panah besi atau yang biasa disebut busur itu, menancap ke leher korban. Akibatnya, korban tewas.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Tragis! Seorang Ibu di Bone Tewas Dianiaya Anak Kandung
-
Oknum TNI AU Tikam Pria di Makassar Hingga Tewas
-
Emosi Ditantang Duel, Pemilik Kontrakan di Bone Tikam Tamu Penyewa Hingga Tewas
-
Diplomat Indonesia Zetro Purba Tewas Ditembak OTK di Peru
-
Pelaku Pembunuhan Sadis di Selayar Dinyatakan Alami Gangguan Jiwa, Polisi Serahkan ke Dinsos