BUKAMATA, BULUKUMBA - Kamis, 9 September 2021, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bulukumba, menerima aduan kasus pengeroyokan pelajar SMP oleh 4 murid SD di Bulukumba. Itu diakui Kanit PPA Polres Bulukumba, Aipda Ajis Safri.
Perundungan ini kata Aipda Ajis, terjadi pada 26 Agustus 2021 lalu. Namun baru ramai pada Seotember 2021. Itu setelah videonya viral di sosial media usai dibagikan secara berantai masyarakat.
Aipda Ajis mengurai, modus pengeroyokan karena para pelaku tidak terima sekolahnya diejek.
Saat itu kata Aipda Ajis, keempat pelaku sedang bermain di halaman sekolahnya, di Kecamatan Ujungloe. Tiba-tiba muncul korban yang mengatakan "sekolah kamu jelek".
Kemudian salah seorang dari pelaku memanggil korban dan akhirnya melakukan penganiayaan secara bersama-sama dalam ruang kelas.
Korban kata Ajis diketahui adalah pelajar SMP warga desa Lonrong Kecamatan Ujungloe, Bulukumba berinisial JM (14) dan sementara terduga pelaku KH (11), bersama 4 orang kawannya adalah pelajar SD tinggal di Desa Lonrong.
"Kita saat ini tengah melakukan penyelidikan dan akan memanggil sejumlah saksi. Kami juga telah mengamankan barang bukti berupa rekaman video," papar Aipda Ajis.
BERITA TERKAIT
-
CCTV di Lokasi Dugaan Penganiayaan oleh Ketua DPRD Bone Rusak, Polisi Lanjut Periksa Saksi
-
Dugaan Aniaya Staf, Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong Dipanggil BK
-
Ketua DPRD Bone Terlapor Kasus Penganiayaan, Beda Versi Keterangan Saksi dan Korban
-
Pemerintah Pastikan Proses Hukum Kasus Dugaan Kekerasan Perempuan di Cirebon Berjalan Profesional
-
Cinta Ditolak, Pelajar 17 Tahun Tega Habisi Nyawa Petugas Kebersihan di Luwu Timur