Muh. Taufik
Muh. Taufik

Minggu, 05 September 2021 11:18

Arjuna Curhat di Musda Golkar Luwu Utara

Arjuna Curhat di Musda Golkar Luwu Utara

Arjuna pada kesempatan itu mengakui dirinya sudah tidak punya daya dan pengaruh lagi.

LUWU UTARA, BUKAMATA - Arifin Junaedi (Arjuna) 'curhat' di Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar Kabupaten Luwu Utara.

Mantan Bupati Luwu Utara mengeluarkan unek-uneknya usai 'gagal' menjadi Ketua Partai Golkar.

Arjuna curhat saat diberi kesempatan sambutan sebagai Plt Ketua Partai Golkar Luwu Utara pada musda di Hotel Bukit Indah, Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba, Minggu (5/9/2021).

"Ada kekecewaan itu manusiawi, tapi saya lihat mukanya pak ketua (Taufan Pawe) dan mukannya ibu Indah (Putri Indriani) hilang itu semua (kekecewaan)," kata Arjuna.

Pada awal sambutannya, Arjuna juga mengkritik Ketua Panitia Musda Muh Azhal Arifin.

Lantaran Azhal tidak menyebut namanya saat menyampaikan laporan panitia.

"Saya maafkanki (Azhal), karena nama saya tidak disebut. Padahal saya masih Plt Ketua," tuturnya.

Arjuna pada kesempatan itu mengakui dirinya sudah tidak punya daya dan pengaruh lagi.

"Tidak ada lagi daya saya untuk mempengaruhi rakyat, tidak ada lagi wibawa, keliru kalau saya ditunjuk ketua. Saya tidak punya apa-apa," tuturnya.

Musda Partai Golkar Luwu Utara dihadiri Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Taufan Pawe.

Termasuk calon tunggal pada Musda ini, Indah Putri Indriani.

Diberitakan sebelumnya, perebutan kursi Ketua DPD II Partai Golkar Luwu Utara hampir pasti dimenangkan oleh Indah Putri Indriani (IDP).

Bupati Luwu Utara dua periode menyingkirkan seniornya Arifin Junaedi (Arjuna).

Arjuna kalah bersaing usai Indah mengantongi diskresi dari Ketua DPP Partai Golkar.

Kendati Arjuna adalah Plt Ketua Partai Golkar Luwu Utara sekaligus mantan Bupati Luwu Utara.

Diskresi yang dikantongi Bupati Luwu Utara dua periode diungkap oleh Departemen Pemenangan Pemilu Wilayah Sulawesi DPP Partai Golkar, Muhammad Baliah.

Menurut Baliah, DPP menerbitkan diskresi bagi Indah untuk kepentingan Musda DPD II Partai Golkar Luwu Utara.

Diskresi diteken Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlannga Hartarto.

"Untuk Musda Golkar Luwu Utara, diskresi dari DPP sudah keluar untuk ibu Indah Putri Indriani," ujar Baliah ketika dikonfirmasi, Rabu (1/9/2021).

Salah satu pertimbangan mendasar DPP memberikan diskresi kepada Indah, kata dia, karena merupakan calon usungan Partai Golkar di Pilkada 2020.

"Hanya untuk satu nama (Indah) dan diskresi itu sepenuhnya adalah kewenangan ketua umum," kata Baliah.

Sebelum ada jadwal musda, perebutan kursi ketua Partai Golkar Luwu Utara antara Indah dan Arjuna berlangsung menarik.

Pemecetan sejumlah ketua kecamatan mewarnai proses musda dan berbagai dinamika lainnya.

Sebagaimana diketahui, baik Indah maupun Arjuna sama-sama harus mengantongi diskresi dari DPP.

Sebab keduanya belum genap lima tahun berstatus kader partai.

Salah satu aturan internal Partai Golkar menyebutkan setiap kader yang ingin menjadi ketua baik ditingkat DPD I ataupun DPD II minimal telah berstatus kader partai 5 tahun.

Khusus Arjuna, kendati orang lama, dirinya pada 2019 meninggalkan Partai Golkar dan bergabung dengan PAN.

Bahkan ia mendapat jabatan majelis penasehat partai dan mendaftarkan dirinya untuk caleg DPR RI di PAN.

Adapun Indah juga belum genap lima tahun berstatus kader Partai Golkar.

2019 lalu bupati perempuan pertama di Sulsel ini masih berstatus kader Partai Gerindra.

Ia bahkan menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Luwu Utara.

Beberapa hari lalu Indah dikabarkan sudah mengantongin diskresi.

Sehinggu musda langsung dijadwalkan.

Penulis : Jusman
#Golkar Lutra #Bupati Indah Putri Indriani