Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Tim gabungan TNI-Polri berhasil menangkap dua anggota Teroris KKB yang melakukan penyerangan Posramil Kisor, Papua. Dalam pernyataannya, OPM juga sudah mengaku bertanggung jawab atas penyerangan itu. Mereka menyebutnya serangan fajar.
PAPUA, BUKAMATA - Tim gabungan TNI-Polri terus melakukan pengejaran terhadap pelaku penyerangan Posramil Kisor, Maybrat, Papua Barat. Pengejaran dilakukan hingga Kamis malam, 2 September 2021, membuahkan hasil. Dua orang berhasil dibekuk.
Kapendam XVIII/Kasuari, Letkol Arm Hendra Pesireron, membenarkan penangkapan dua terduga pelaku itu. Katanya saat ini masih diinterogasi. "SY, satu di antara dua terduga pelaku sudah mengaku," ujar Kapendam.
Hendra enggan menyebut kronologis dan lokasi penangkapan. Katanya, saat ini dilakukan pengejaran. Sekira satu kompi personel TNI bersama Brimob saat ini sedang menyisir sejumlah lokasi yang diduga sebagai tempat pelarian para kelompok teroris sadis itu.
Penyerangan Posramil Kisor, Distrik Aifat, Maybrat, Provinsi Papua Barat, membuat empat prajurit gugur. Satu luka berat. Satu prajurit lainnya berhasil selamat.
Keempat prajurit yang gugur masing-masing, Serda Amrosius, Praka Dirham, Pratu Zul Ansari, dan Danpos Koramil Kisor, Lettu Chb Dirman. Yang luka berat Sertu Juliano. Sementara yang selamat adalah Pratu Iqbal.
Pasca pembantaian anggota TNI AD Koramil Kisor, sebuah pengakuan dibuat oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).
Juru Bicara TPNPB OPM (Teroris KKB Papua) Seby Sambom menyebut, kelompoknya bertanggung jawab atas penyerangan itu. Seby Sambom bilang, mereka menyerang pada pukul 04.00 WIT.
"Jadi yang bertanggungjawab serangan itu adalah atas perintah Panglima KODAP 4 Sorong Maybrat Bridgen Deny Mos, pihaknya melakukan penyerangan pada Kamis pukul 4.00 WIT dini hari tadi," kata Seby.
Penyerangan kata Seby dilakukan saat prajurit TNI sedang tidur. Dua orang personel TNI yang hilang, menurutnya kemungkinan kabur dengan membawa senjatanya.
"Jadi beruntung dua personelnya kabur kemungkinan yang kabur itu mereka menyelamatkan senjata," ujar Seby.
Seby menegaskan, insiden di Posramil Distrik Aifat itu, merupakan serangan fajar yang dilakukan oleh pihak TPNPB terhadap TNI.
Sementara itu, salah satu petinggi Teroris KKB Papua, Goliath Tabuni meneyebut, dalam laporan Panglima Kodap V Sorong Raya, sempat ada perlawanan dalam insiden tersebut. Namun dua anggota TNI berhasil kabur.
"Kemungkinan mereka yang dua orang itu kabur menyelamatkan senjata. Kami tidak sempat merebut senpi," ujarnya.
Dua prajurit yang disebut Goliath Tabuni kabur adalah Pratu Iqbal dan Sertu Juliano. Pratu Iqbal ditemukan selamat setelah menyelam di sungai belakang Posramil. Sedangkan Sertu Juliano ditemukan dalam kondisi luka berat.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33