Aswad Syam
Aswad Syam

Jumat, 03 September 2021 14:04

Kasat Reskrim Polres Gowa, AKB Boby Rachman bersama Kasubag Humas Polres Gowa, AKP M Tambunan (pakaian hitam), menunjukkan barang bukti.
Kasat Reskrim Polres Gowa, AKB Boby Rachman bersama Kasubag Humas Polres Gowa, AKP M Tambunan (pakaian hitam), menunjukkan barang bukti.

Begini Kronologi Sadis Pak RT Cs Tebas dan Cekoki Racun Pria di Hutan Gowa

Aksi sadis Pak RT Cs, terungkap di Mapolres Gowa. Polisi mengungkap kronologi Pak RT bersama tiga warganya, menghabisi nyawa Kamaruddin karena dituding pencuri ternak.

GOWA, BUKAMATA - Dalam waktu 2 hari, empat terduga pelaku pembunuhan berhasil diringkus tim gabungan Resmob Polda Sulsel, Polres Gowa dan Polsek Parangloe, pada Kamis dinihari, 2 September 2021.

Kronologis penangkapan berawal dari informasi dan penyelidikan, kemudian menangkap satu terduga pelaku berinisial Nasir (40). Lalu hasil pengembangan kembali meringkus 3 pelaku lainnya dalam lokasi yang sama di Kampung Labbakkang, Dusun Sunggumanai, Desa Belapunranga, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa.

Pelaku Nasir menjelaskan, awalnya ia bertemu korban Kamaruddin (25) di dalam hutan kayu jati milik Inhutani (TKP). Saat itu, spontan Nasir mengambil parang milik korban yang disimpan di sadel sepeda motor milik korban, lalu menanyakan tujuan korban berada di TKP.

Korban pun menjawab dia bingung karena dipengaruhi jin. Secara bersamaan pelaku melihat tali tambang warna hijau di dalam tas korban yang sedang terbuka.

Pelaku kemudian emosi lalu menebas kaki korban, hingga terjatuh. Korban sempat melawan, membuat Nasir berlari ke rumah Ketua RT Nyampa (50) dan memanggil Sangkala (50), lalu menyampaikan pencuri sapi ada di hutan.

Karena terprovokasi, ketiga terduga pelaku menuju ke TKP dan dalam perjalanan bertemu dengan Basri (40), kemudian bersama-sama menemui korban di TKP. Namun sebelum berangkat, Basri pulang ke rumah mengambil botol berisi cairan yang diduga racun.

Setelah berada di TKP para pelaku menganiaya korban. Sebelum meninggalkan TKP, Basri meminumkan cairan dari botol yang diduga racun, lalu meninggalkan korban dalam keadaan kritis.

"Dalam kasus ini peran dari para pelaku berbeda-beda, ada yang memegang betis kaki, memukul pakai kayu hingga meminumkan cairan ke mulut korban," ujar kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Boby Rachman saat menggelar jumpa pers didampingi kasubag humas AKP M. Tambunan.

Para pelaku ini meninggalkan korban dalam keadaan kritis di TKP dengan beberapa luka. Lalu, ada warga yang menemukan selanjutnya diinformasikan ke grup WhatsApp Kecamatan. Kemudian, pihak kepolisian menindaklanjuti.

"Korban ini saat ditemukan oleh pihak kepolisian yang datang ke TKP, masih dalam keadaan bernyawa namun kritis. Dia sempat menyebutkan identitasnya kemudian dibawa ke Puskesmas dengan harapan nyawanya korban dapat tertolong. Tapi meninggal di puskesmas," ucap AKP Boby.

Penyebab kematian korban kata AKP Boby belum diketahui. Karena, masih menunggu hasil pemeriksaan ahli pascaautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

Dua hari setelah kejadian, Tim Resmob Polda Sulsel, Tim Jatanras Polres Gowa dan Unit Reskrim Polsek Parangloe, berhasil meringkus 4 tersangka di rumahnya, di Kampung Labbakkang, Dusun Sunggumanai, Desa Belapunranga, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Kamis dinihari, 2 September 2021.

Dalam kasus ini, pihak penyidik berhasil mengamankan sedikitnya 21 jenis barang bukti. Di antaranya, 1 unit sepeda motor Yamaha Vega merah hitam DD 3629 BN milik korban, sebilah parang tanpa sarung panjang sekira 30 cm dan 1 buah tas ransel warna abu-abu hitam berisi berbagai barang yang diduga milik korban.

Kini, keempat pelaku pasca gelar perkara telah ditetapkan sebagai tersangka dan sejak kemarin telah dilakukan penahanan.

"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keempat tersangka dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 338 dan atau Pasal 170 Ayat (3) KUHPidana dan atau Pasal 351 ayat 3 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," pungkas AKP Boby.

Kapolres AKBP Tri Goffarudin Pulungan, saat dikonfirmasi terpisah menyatakan turut berbela sungkawa kepada pihak keluarga. Dia juga mengimbau seluruh keluarga tidak melakukan aksi balas dendam.

"Saya yakinkan, Polres Gowa akan memproses kasus ini secara profesional sesuai harapan pimpinan untuk menjadi Polri yang Presisi," imbaunya.

Penulis : Adel Cendekia
#Penganiayaan #Gowa