Wiwi
Wiwi

Kamis, 02 September 2021 12:23

Saipul Jamil bebas dari Lapas Cipinang, Kamis (2/9/2021).
Saipul Jamil bebas dari Lapas Cipinang, Kamis (2/9/2021).

Saiful Jamil Dicekam Tampil di Televisi, KPI: Tak Ada Larangan Artis Tampil di Televisi Karena Kesalahan Masa Lalunya

Jelang kebebasannya, Saiful Jamil disebut-sebut sudah siap kembali ke dunia hiburan Tanah Air. Bahkan ada banyak tawaran syuting yang menunggu Saiful.

BUKAMATA – Setelah menjalani hukuman penjara selama 8 tahun, akhirnya pedangdut dan pesinetron Saiful Jamil dijadwalkan bebas hari ini, Kamis (2/9/2021).

Jelang kebebasannya, Saiful Jamil disebut-sebut sudah siap kembali ke dunia hiburan Tanah Air. Bahkan ada banyak tawaran syuting yang menunggu Saiful.

Namun hal tersebut mendapat opini kontra dari publik. Ternyata banyak yang memikirkan soal kondisi psikis korban ketika nantinya melihat mantan suami Dewi Persik itu sering tampil di TV.

Salah satu yang mengungkap kehawatiran terkait hal itu adalah seksolog Zoya Amirin. Lewat unggahan Instagram pada Rabu (1/9/2021), Zoya Amirin memposting soal susahnya korban kekerasan seksual untuk melapor, terlebih jika pelaku lebih berkuasa.

"Paham kan kenapa korban kekerasan seksual sulit melapor? Luar biasa victim blaming netizen budiman. Apalagi kalau ada relasi kuasa dengan pelaku kejahatan seksual, salut pada para korban & penyintas yang berani speak up," tulis Zoya Amirin.

Dalam unggahannya, Zoya Amirin juga menandai akun Instagram KPI dan KPAI. Ia mempertanyakan kelayakan pelaku kekerasan seksual mendapat panggung dan tampil di televisi.

"Kepada @kpipusat mungkin bisa koordinasi dengan @kpai_official melihat data pelaku kekerasan seksual seberapa banyak ditangani KPAI, apakah Televisi Nasional layak memberi panggung pada pelaku kekerasan seksual (termasuk pedophilia) untuk tampil di TV Nasional?" sambung Zoya Amirin.

 

"Siapalah saya ngatur2 TV Nasional yah…. Mendampingi korban kekerasan seksual (dewasa atau anak dibawah umur) sedih & marah melihat pelaku pelaku yang merebut rasa aman seseorang malah diberi ruang yang memicu trauma korban berulang ulang," tambahnya.

Sementara itu, Ketua KPI, Agung Suprio langsung memberikan tanggapan soal ancaman boikot untuk Saiful Jamil tampil di televisi lagi. Ia menegaskan berdasarkan peraturan tak ada larangan artis untuk tampil di televisi karena kesalahan masa lalunya.

"KPI punya pedoman standar penyiaran P3SPS yang mengatur tayangan di televisi maupun radio. P3SPS tidak melarang artis ataupun orang yang karena masa lalunya pernah dipenjara, untuk tidak boleh tampil di layar kaca. Jadi sekali lagi saya tegaskan, tidak ada larangan untuk artis yang punya masalah, pernah dipenjara," kata Agung Suprio, dilansir Bukamta dari laman DetikHOT.

"Kedua, saya mengimbau kepada pihak televisi agar, ketika menayangkan kembali artis yang pernah dipenjara atas kesalahannya itu, tolong ditampilkan agar artis itu menyatakan, dia merasa bersalah atas perilakunya di masa silam yang menyebabkan mereka di penjara," tukas Agung Suprio.

 

Seperti diketahui, Saiful Jamil divonis tiga tahun penjara atas kasus asusila. Kemudian, dalam putusan banding, Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta memperberat hukuman Saipul Jamil menjadi 5 tahun penjara.

Pada sidang 31 Juli 2017 lalu, Saipul Jamil juga tersandung kasus suap hingga divonis tiga tahun penjara ditambah denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan.

Bang Ipul, sapaan akrabnya, dinilai terbukti menyuap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara Rohadi sebesar Rp 250 juta untuk pengurusan kasus asusila yang dilakukannya. Sehingga, total hukuman yang harus dijalani Saipul Jamil adalah 8 tahun penjara.

#saipul jamil