Ibnu Kasir Amahoru
Ibnu Kasir Amahoru

Rabu, 01 September 2021 12:28

Indah Putri Indriani. IST
Indah Putri Indriani. IST

Jelang Musda Golkar Lutra, DPP Terbitkan Diskresi untuk Indah Putri Indriani

Salah satu pertimbangan mendasar DPP memberikan diskresi kepada Indah Putri Indriani, karena Indah adalah kandidat usungan Golkar pada pilkada 9 Desember 2020 yang lalu.

JAKARTA, BUKAMATA -- Jelang pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) DPD II Golkar Luwu Utara, DPP Golkar menerbitkan surat diskresi untuk Indah Putri Indriani.

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar akhirnya menerbitkan surat diskresi jelang pelang pelaksanaan Musda DPD II Golkar Luwu Utara. Dalam surat yang diteken langsung oleh Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto itu, tertera nama Indah Putri Indriani.

Hal itu diungkap oleh Departemen Pemenangan Pemilu Wilayah Sulawesi DPP Partai Golkar, Muhammad Baliah.

“Untuk musda Golkar Luwu Utara, diskresi dari DPP sudah keluar untuk ibu Indah Putri Indriani,” ungkap Baliah. Selasa (31/08/2021) kmarin

Dia menambahkan, salah satu pertimbangan mendasar DPP memberikan diskresi kepada Indah Putri Indriani, karena Indah adalah kandidat usungan Golkar pada pilkada 9 Desember 2020 yang lalu.

“Hanya untuk satu nama (Indah.red) dan diskresi itu sepenuhnya adalah kewenangan ketua umum,” tegas Baliah.

Sekedar diketahui, jelang pelaksanaan Musda DPD II Golkar Luwu Utara ada dua kandidat yang mendaftarkan diri untuk maju

bertarung di arena musda. Mereka adalah Indah Putri Indriani dan Arifin Junaedi.

Hanya saja baik Indah dan Arifin keduanya harus mengantongi diskresi dari ketua umum partai Golkar untuk bisa masuk kedalam arena Musda, karena keduanya sama sama tidak memenuhi syarat pencalonan sesui aturan dalam AD/ART partai dan petunjuk pelaksanaan nomor 2 tahun 2020 tentang penyelenggaraan musyawarah musyawarah partai golkar di Daerah.

Sebelumnya hal itu juga telah ditegaskan oleh Ketua DPD I Golkar Sulsel, Taufan Pawe saat fit and propertest calon ketua Golkar Luwu Utara di kantor DPD I Golkar Sulsel (25/06/2021) yang lalu.

Taufan Pawe menjelaskan Arifin Junaedi memang adalah kader senior Golkar, hanya saja Arjuna pernah hijrah ke partai lain (PAN.red), sedangkan Indah Putri Indriani belum lima tahun berstatus sebagai kader partai berlambang beringin rimbun itu.

#Partai Golkar #Indah Putri Indriani