BUKAMATA – Air jernih tanpa bau, sepoi angin menyejukkan raga, jejeran pohon hijau memanjakan mata. Ini terasa saat kalian mengunjungi Danau Matano. Salah satu surga luar biasa yang dimiliki Sorowako, Luwu Timur.
Danau Matano menjadi salah satu destinasi wisata di Sulawesi Selatan. Icon kebanggaan daerah berjuluk Bumi Batara Guru. Bagaimana tidak, keindahan Danau Matano tak pernah luntur, meski berpuluh-puluh tahun berdampingan dengan pabrik nikel terbesar di Indonesia.
Dengan segala potensi dan keunikan yang dimiliki, Danau Matano kini ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam (TWA) oleh Menteri Kehutanan sebagai kawasan hutan konservasi sejak tahun 2014.
Selain itu, juga ditetapkan sebagai satu dari 15 daftar danau prioritas melalui Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2021 tentang Penyelamatan Danau Prioritas Nasional.
Seorang warga asli Sorowako, Saldy mengaku, Danau Matano yang begitu terawat tak lepas dari kontribusi PT Vale Indonesia Tbk selama ini. Perseroan itu telah banyak membangun wilayah Luwu Timur, salah satunya Sorowako sebagai pusat lokasi penambangannya.
Banyak program yang digelontarkan PT Vale Indonesia demi menjaga keasrian Danau Matano. Diantaranya, program pengelolaan sampah dan aksi bersih Danau Matano yang rutin dilakukan.
Tak hanya itu, PT Vale juga membuka peluang bagi masyarakat yang ingin berkolaborasi menjaga lingkungan di Luwu Timur. Segala bentuk kegiatan yang ingin dilakukan warga sekitar, selalu mendapat support dari PT Vale sebagai perusahaan besar yang peduli akan kemajuan Luwu Timur.
"Salah satu kegiatan kami yang didukung PT Vale yakni Matano 2019 Clean Up. Kegiatan ini diinisiasi pemuda-pemuda yang peduli lingkungan di Sorowako dan disatukan dalam event bertajuk Rangkulan Suara,"kata Saldy yang juga pencetus kegiatan Rangkulan Suara.

Dari program tersebut, PT Vale turut membantu Saldy dan kawan-kawannya untuk melestarikan alam di Sorowako dan menjaga keasrian Danau Matano.
Tanpa kolaborasi PT Vale dengan warga, kata Saldy, Sorowako tak akan seperti sekarang ini. Lingkungan yang terjaga dan tertata dengan baik tentu melibatkan sejumlah pihak.
"Pemerintah tak bisa jalan sendiri, warga tak bisa jalan sendiri, dan PT Vale tak bisa jalan sendiri. Kami bersama-sama dan saling merangkul menjaga lingkungan di sini,"ucap Saldy.
- PT Vale Kolaborasi Jaga Danau Matano.
Terkait kolaborasi, PT Vale telah bekerjasama dengan sejumlah pihak untuk menjaga Danau Matano. Salah satunya, PT Vale bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luwu Timur dan Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi Selatan dan Maluku.
Kepala DLH, Andi Tabbacina mengapresiasi kerjasama tersebut. Ia sangat berterima kasih karena PT Vale turut mengambil peran dalam menjaga lingkungan.
"Danau Matano menjadi kawasan pelestarian alam yang sangat potensial untuk dikembangkan dan dimanfaatkan aebagai destinasi wisata dan rekreasi alam di Provinsi Sulsel,"Ungkapnya.

Sementara itu, Direktur External Relations and Corporate Affair, Endra Kusuma menuturkan, PT Vale senantiasa mendukung upaya dalam peningkatan kualitas lingkungan di wilayah operasi PT Vale.
“Perlu koordinasi, sinergi dalam menyusun perencanaan dan menindaklanjuti upaya penyelamatan danau serta peningkatan kualitas lingkungan khususnya di pesisir Danau Matano. Ada nilai perusahaan yang terus kami jalankan dan kembangkan, respect our planet and communities,”ucapnya.
Ia menuturkan, PT Vale sangat peduli dan mendukung upaya pelestarian lingkungan, serta senatiasa menghormati masyarakat dan berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan.
Tak hanya itu, PT Vale bersama pemerintah melakukan konservasi Danau Matano. Dalam hal ini, PT Vale melakukan penanaman lebih dari 2.000 batang bakau endemik Danau Matano, Tembeuwa (Kjellbergiodendron celebicum), di area Soluro dan Muara Tapulemo.
“Kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi kami dengan pemerintah dan masyarakat terhadap Program Pelestarian Kawasan Konservasi Taman Wisata Alam Danau Matano. Rencananya, kegiatan akan menjadi agenda yang berkelanjutan dan harapannya masyarakat lebih banyak lagi yang berpartisipasi sehingga dapat memberikan nilai positif bagi lingkungan serta generasi mendatang,”ucap Manager External Relations & Corporate Affairs PT Vale Indonesia, Endra Kusuma.
Seluruh upaya yang dilakukan PT Vale Indonesia, tentu telah menjadi komitmennya selama berpuluh-puluh tahun melakukan penambangan di Sorowako. Juga tak luput dari keinginan PT Vale untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan wilayah.
Ini dilakukan demi mewujudkan pertambangan berkelanjutan yang mampu memberikan manfaat lebih banyak lagi.
"PT Vale tidak hanya mencari keuntungan finansial, tapi kita melakukan investasi berkelanjutan, dalam artian bukan hanya untuk perusahaan tapi juga untuk masyarakat dan wilayah pertambangan,"kata CEO PT Vale Indonesia Tbk, Febriany Eddy saat menggelar press conference virtual dalam kegiatan RUPS Luar Biasa, Selasa (31/8/2021).
Tentu seluruh upaya yang dilakukan PT Vale, adalah bentuk kotribusi positif untuk wilayah pertambangan dan Negara Indonesia.
BERITA TERKAIT
-
Pemkab Luwu Timur - BBWS Pompengan Jeneberang Teken MoU Pengendalian Banjir Sungai Malili
-
Danau Matano Tetap Terjaga, Kementrian Lingkungan Hidup Puji Pengelolaan Tambang di Luwu Timur
-
PT Vale bersama Pemkab Luwu Timur dan PLN Wujudkan Pemerataan Energi Bagi Masyarakat
-
Keindahan Danau Matano Pukau Delegasi Universitas Sains Islam Malaysia, Dorong Pembangunan Bandara di Luwu Timur
-
Pasca Insiden Kebocoran Pipa Minyak, Pemkab Luwu Timur - PT Vale Terus Lakukan Upaya Pemulihan Lingkungan di Towuti