Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Minggu, 02 November 2025 12:24

Kemilau Danau Matano di Sorowako, Kecamatan Nuha, kembali memukau rombongan Delegasi Universitas Sains Islam Malaysia (USIM)/Kolej Permata Insan (KPI) dan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, yang berkunjung ke Kabupaten Luwu Timur, Minggu, 2 November 2025.
Kemilau Danau Matano di Sorowako, Kecamatan Nuha, kembali memukau rombongan Delegasi Universitas Sains Islam Malaysia (USIM)/Kolej Permata Insan (KPI) dan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, yang berkunjung ke Kabupaten Luwu Timur, Minggu, 2 November 2025.

Keindahan Danau Matano Pukau Delegasi Universitas Sains Islam Malaysia, Dorong Pembangunan Bandara di Luwu Timur

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur di bawah kepemimpinan Bupati Irwan Bachri Syam tengah mengusulkan pembangunan bandara umum kepada pemerintah pusat. Lokasinya direncanakan berada di Kecamatan Angkona

LUWU TIMUR, BUKAMATANEWS - Kemilau Danau Matano di Sorowako, Kecamatan Nuha, kembali memukau rombongan Delegasi Universitas Sains Islam Malaysia (USIM)/Kolej Permata Insan (KPI) dan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, yang berkunjung ke Kabupaten Luwu Timur, Minggu, 2 November 2025.

Usai menikmati udara segar melalui aktivitas jalan sehat bersama Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, rombongan disuguhkan pemandangan tak tertandingi dari danau tektonik purba tersebut. Menggunakan raft, rombongan diajak berkeliling Danau Matano.

Danau Matano yang memiliki kedalaman mencapai 590 meter, menjadi danau terdalam di Asia Tenggara dan terbentuk 2-4 juta tahun lalu. Airnya yang jernih, berasal dari ribuan mata air alami, menjadikan danau ini rumah bagi kekayaan keanekaragaman hayati. Dimana 95 persen spesies faunanya merupakan endemik Sulawesi.

Tak hanya itu, Kawasan Matano juga dikelilingi Taman Wisata Alam memikat seperti Pantai Ide, Pantai Kupu-Kupu, dan Laa Waa River Park, yang menyajikan pengalaman ekowisata tak terlupakan.

Namun, keindahan mendunia ini dinilai belum sepenuhnya terekspos. Hal tersebut diungkapkan Wakil Rektor II UMI Makassar, Prof. Dr. Ir. Zakir Sabara, HW., ST., MT., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., yang tampak kagum saat menikmati kejernihan air Danau Matano.

"Pak Bupati, Danau Matano sangat dalam, keindahannya luar biasa, airnya sangat jernih. Tapi semua itu tidak akan dilirik bahkan didatangi wisatawan jika Luwu Timur belum memiliki bandar udara," tegas Prof Zakir.

Ia kemudian kembali menekankan pentingnya percepatan pembangunan bandara di daerah berjuluk Bumi Batara Guru ini.

"Segeralah bangun bandar udara. Sangat indah sekali danau ini," tambahnya penuh keyakinan.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur di bawah kepemimpinan Bupati Irwan Bachri Syam tengah mengusulkan pembangunan bandara umum kepada pemerintah pusat. Lokasinya direncanakan berada di Kecamatan Angkona, mencakup wilayah Desa Maliwowo hingga Desa Watangpanua, dengan total lahan sekitar 58 hektare yang akan dibebaskan.

Proyek ini diproyeksikan menjadi infrastruktur strategis yang membuka babak baru kemajuan Luwu Timur. Selain meningkatkan mobilitas dan konektivitas wilayah timur Sulsel, kehadiran bandara diyakini mampu menopang sektor pariwisata, menarik arus investasi, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dengan potensi alam kelas dunia seperti Danau Matano, mimpi besar itu tampak hanya tinggal selangkah lagi. Dunia menunggu untuk melihat keajaiban Matano dari dekat, dan bandara menjadi gerbang pembuka masa depan pariwisata Luwu Timur. (*)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemkab Luwu Timur #Irwan Bachri Syam #Danau Matano #Prof Zakir Sabara #Universitas Sains Islam Malaysia

Berita Populer