Aswad Syam
Aswad Syam

Minggu, 29 Agustus 2021 10:46

Seorang wanita dibekuk. Dia didiga menjadi otak penculikan dan perampokan sopir taksi di Makassar.
Seorang wanita dibekuk. Dia didiga menjadi otak penculikan dan perampokan sopir taksi di Makassar.

Otak Penculikan dan Perampokan Sopir Taksi Online Makassar Ternyata Wanita Pengusaha di Jakarta

Seorang wanita pengusaha menjadi otak penculikan sopir taksi online di Makassar.

MAKASSAR, BUKAMATA - Begitu berhasil menangkap tiga eksekutor penculikan dan perampokan sopir taksi online di Makassar, Sabtu, 28 Agustus 2021, Unit Jatanras Polrestabes Makassar terbang ke Jakarta melakukan pengembangan.

Hasilnya, mereka berhasil membekuk empat komplotan lainnya. Salah satunya seorang wanita berinisial NA (31), yang merupakan otak kejahatan tersebut. Wanita yang merupakan pengusaha di ibukota RI itu, diamankan di sebuah hotel.

Sedang tiga lainnya, diamankan di sebuah kawasan. Ketiga pria yang diamankan merupakan staf wanita pengusaha yang merupakan otak penculikan dan perampokan sopir taksi online. Dengan demikian, sudah tujuh orang diamankan.

"Jadi berdasarkan (keterangan) ketiga orang pelaku yang kami amankan sebelumnya di daerah Makassar terkait kasus penculikan dan pencurian, kemarin tim kami dari Unit Jatanras Polrestabes Makassar berangkat ke DKI Jakarta untuk melakukan pengembangan. Di sana, tim kami berhasil mengamankan empat orang pelaku," beber Kanit Jatanras Polrestabes Makassar, Iptu Afhi Abrianto pada Minggu, 29 Agustus 2021.

Sebelumnya diberitakan, seorang sopir taksi online di Makassar bernama Arman, diselamatkan warga Gorontalo, usai menjadi korban penyekapan dan perampokan oleh sekelompok orang. Kini, Arman sudah berada di Makassar. Dia melapor ke Polrestabes Makassar.

Kejadiannya 6 Agustus 2021 di Makassar. Taksi korban dipesan secara offline oleh seseorang yang dikenalnya. Minta dijemput di rumahnya. Katanya hendak membeli CCTV.

Kemudian Arman diajak makan sop saudara di salah satu restoran di Makassar. Sudah pesan makanan. Arman sedang duduk menunggu sop saudara pesanannya. Tiba-tiba ada yang menariknya dari belakang. Orang itu menempelkan badik ke leher Arman.

"Kau ikut ke kantor," bisiknya ke Arman.

"Apa masalahku?" tanya Arman.

"Jangan banyak bicaramu ikut saja," jawab pria yang menempelkan badik itu.

Arman pasrah di bawah todongan badik. Dia dibawa masuk ke dalam sebuah mobil.

"Mana kuncimu?" tanya pelaku mengulurkan tangan ke korban Arman.

Dengan rasa takut, Arman memberikan kunci mobilnya. "Ini barang bukti. Mobilmu bermasalah," ujar pelaku yang meminta kunci itu.

Arman lalu dibawa ke daerah Tanjung Bayam. Di sana, dia dipindahkan ke sebuah mobil cokelat. Kemudian di situ dia dilakban dan dipukuli. Selama sepuluh hari dia dipindahkan dari satu mobil ke mobil lain.

Hingga di sebuah bukit pada 16 Agustus 2021, Arman diturunkan. Dia tak tahu daerah itu. Belakangan dia tahu itu daerah Gorontalo. Usai menurunkan korban, pelaku membawa lari mobilnya.

"Perasaan saya yang kasih naik satu orang, kiri dan kanan, seperti nya ada di depan, jadi kayaknya lima orang. Saya dibawa di batas Gorontalo dengan Menado di situ di gunung saya dibuang," beber Arman.

Setelah ditinggalkan para pelaku, Arman langsung mencari rumah warga terdekat. Di situ dia meminta pertolongan. "Warga di situ sementara duduk dia siaran langsung di Facebook-nya dan (akhirnya) ditahu oleh keluarga saya," tambahnya.

Tiga pelaku akhirnya ditangkap di Makassar. Satu eksekutor yang menodongkan badik ke korban. Yang lainnya sopir dan membantu eksekutor menganiaya dan membuang korban ke Gorontalo. Mereka mengaku diberi upah Rp40 juta. Rp30 juta diterima pada awal. Lalu Rp10 juta setelah eksekusi.

#Driver taksi online #Penculikan