Wiwi
Wiwi

Sabtu, 28 Agustus 2021 13:06

PT Vale Indonesia Tbk komitmen dengan penghijauan dan pemeliharaan lingkungan di wilayah penambangan. (sumber foto: www.vale.com)
PT Vale Indonesia Tbk komitmen dengan penghijauan dan pemeliharaan lingkungan di wilayah penambangan. (sumber foto: www.vale.com)

PT Vale Hijaukan Bumi Batara Guru Demi Pertambangan Berkelanjutan

Komitmen pertambangan berkelanjutan sangat dijaga dengan baik. Program tambang dan pascatambang saling seimbang. Tentu, hal ini dilakukan sebagai bentuk keinginan kuat perseroan tersebut agar bumi tetap terjaga.

LUTIM, BUKAMATA – Hamparan tanaman hijau terlihat sepanjang mata memandang di kawasan produksi pertambangan. Melihatnya, serasa tak sedang berada di sebuah kawasan produksi nikel, yang merupakan salah satu  terbesar di Indonesia.

Asap cerobong produksi terus mengepul. Lampu-lampu berpendar berwarna kekuningan tampak terlihat dari kejauhan. Malam hari, suasana di tempat ini terihat begitu indah, udara segar terasa meski berada di kawasan produksi.

Tentu hal ini menjadi sebuah pemandangan yang sangat berbeda. Jika kebanyakan kawasan produksi nikel identik dengan pembabatan lahan, tanpa disertai penghijauan, di Luwu Timur justru sebaliknya. Di area pertambangan milik PT Vale Indonesia Tbk, kondisi itu tampak nyata.

Komitmen pertambangan berkelanjutan sangat dijaga dengan baik. Program tambang dan pascatambang saling seimbang. Tentu, hal ini dilakukan sebagai bentuk keinginan kuat perseroan tersebut agar bumi tetap terjaga.

Di Bumi Batara Guru, keseimbangan ekosistem alam dan aktivitas produksi nikel ini terwujud.

Meski telah berpuluh-puluh tahun menjadi daerah penggarapan tambang sebuah perusahaan global. Kondisi lingkungannya tetap terjaga baik.

Perusahaan ini tepatnya berada di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

PT Vale hadir tidak menjadi perusahaan yang hanya sekadar mencari keuntungan semata. Tapi juga, memerhatikan kemajuan wilayah dan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu dilakukan demi mewujudkan impian PT Vale dalam program "Pertambangan Berkelanjutan", yang harus memerhatikan banyak hal, bukan hanya perihal keuntungan.

Salah satunya, perusahaann ini terus berupaya memberikan yang terbaik untuk masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya di Luwu Timur, Sorowako.

Saat ini, PT Vale telah melakukan penghijauan di sejumlah wilayah di Lutim. Penghijauan dilakukan dengan menanam pohon di pegunungan yang telah gundul atau melakukan pembibitan tanaman yang dibudidaya untuk reklamasi area bekas tambang.

Menurut salah seorang warga asli Sorowako, Luwu Timur, Imam Abdillah, kehadiran PT Vale di Lutim menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Lutim.

Banyak hal yang telah dibantukan PT Vale, tak hanya dari segi penyediaan fasilitas, tapi juga telah membantu pemerintah setempat untuk merawat alam.

"27 tahun saya di Sorowako, Saya belum melihat keacuhan PT Vale terhadap daerah ini. Justru, PT Vale terus berupaya memberikan yang terbaik khususnya dari segi penghijauan dan perawatan lingkungan,"kata Imam saat dihubungi Bukamata, Jumat (27/8/2021).

Imam berharap, PT Vale bisa mempertahankan upaya tersebut. Sebab, salah satu aset yang dimiliki Luwu Timur yakni keindahan alamnya yang selama ini terawat dengan sangat baik.

"Ini juga menjadi aset destinasi wisata. Banyak teman-teman saya yang berkunjung ke sini cuma untuk liburan atau sekadar ingin tahu lebih lanjut terkait kontribusi  PT Vale terhadap wilayah Sorowako seperti apa,"ujar Imam.

Sebelumnya, Junior Mine Reclamation Engineer PT Vale Indonesia, Erlin Hery T mengungkapkan, bahwa salah satu nilai – nilai yang dipegang oleh PT Vale yakni, menjaga kelestarian bumi.

“Pembibitan pohon ini adalah bentuk upaya untuk menjaga kualitas dan kelestarian lingkungan agar tetap hijau,” ungkapnya.

Dari 65 jenis bibit pohon lokal dan pionir, kata Erlin, telah dimiliki PT Vale yang nantinya akan ditanam di area bekas tambang reklamasi.

"Bibit pohon yang di budidaya di tempat ini diantaranya, Mahogany, Salam, Buri, Dengen, Sepatu Dea, Maggis Hutan, Urus, Ekaliptus dan jenis lainnya,"pungkas Erlin.

Segala upaya yang dilakukan PT Vale ini, sebagai bentuk komitmennya dalam menjaga kelestarian bumi selama melakukan penambangan di Indonesia, khususnya di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Dalam menjalankan kegiatan penambangan dan pengolahan biji nikel, PT Vale telah melaksanakan praktik-praktik terbaik yang didukung penerapan teknologi ramah lingkungan.

Dimana, PT Vale selalu berupaya agar tidak menimbulkan dampak negatif, baik di dalam maupun di luar wilayah operasi.

Selain penanaman pohon, PT Vale juga mendukung kegiatan rehabilitasi lahan purnatambang. Dalam hal ini, PT Vale mendirikan kebun bibit modern (nursery) seluas 2,5 hektar yang telah beroperasi sejak April 2006

Nursery memproduksi rata-rata 700.000 bibit dan merehabilitasi lebih 100 hektar lahan pascatambang per tahun.

Nursery PT Vale juga memproduksi berbagai jenis tanaman asli setempat (native species) dan tanaman endemik yang merupakan bagian dari konservasi keanekaragaman hayati.

Untuk tanaman lokal, ada betao, bitti, nyatoh, dan manggis hutan. Sementara tanaman endemik contohnya eboni dan buah dengen. Bibit tanaman lokal diperoleh dari area tambang yang dibuka atau hasil kerja sama dengan masyarakat setempat.

#PT Vale #Lutim