Aswad Syam
Aswad Syam

Sabtu, 28 Agustus 2021 12:30

Arman (duduk) saat diambil keterangannya di Jatanras Polrestabes Makassar. (Foto: Detik)
Arman (duduk) saat diambil keterangannya di Jatanras Polrestabes Makassar. (Foto: Detik)

Kronologi Sopir Taksi Online Makassar Disekap dan Dibuang ke Gorontalo, Mobilnya Dibawa Kabur

Seorang driver taksi online Makassar disekap dan dibuang ke Gorontalo. Mobilnya dirampas.

MAKASSAR, BUKAMATA - Seorang sopir taksi online di Makassar bernama Arman, diselamatkan warga Gorontalo, usai menjadi korban penyekapan dan perampokan oleh sekelompok orang. Kini, Arman sudah berada di Makassar. Dia melapor ke Polrestabes Makassar.

Kanit Jatanras Polrestabes Makassar, Iptu Afhi Abrianto, mengungkapkan kronologinya.

Kejadiannya 6 Agustus 2021 di Makassar. Taksi korban dipesan secara offline oleh seseorang yang dikenalnya. Minta dijemput di rumahnya. Katanya hendak membeli CCTV.

Kemudian Arman diajak makan sop saudara di salah satu restoran di Makassar. Sudah pesan makanan. Arman sedang duduk menunggu sop saudara pesanannya. Tiba-tiba ada yang menariknya dari belakang. Orang itu menempelkan badik ke leher Arman.

"Kau ikut ke kantor," bisiknya ke Arman.

"Apa masalahku?" tanya Arman.

"Jangan banyak bicaramu ikut saja," jawab pria yang menempelkan badik itu.

Arman pasrah di bawah todongan badik. Dia dibawa masuk ke dalam sebuah mobil.

"Mana kuncimu?" tanya pelaku mengulurkan tangan ke korban Arman.

Dengan rasa takut, Arman memberikan kunci mobilnya. "Ini barang bukti. Mobilmu bermasalah," ujar pelaku yang meminta kunci itu.

Arman lalu dibawa ke daerah Tanjung Bayam. Di sana, dia dipindahkan ke sebuah mobil cokelat. Kemudian di situ dia dilakban dan dipukuli. Selama sepuluh hari dia dipindahkan dari satu mobil ke mobil lain.

Hingga di sebuah bukit pada 16 Agustus 2021, Arman diturunkan. Dia tak tahu daerah itu. Belakangan dia tahu itu daerah Gorontalo. Usai menurunkan korban, pelaku membawa lari mobilnya. Arman memperkirakan komplotan itu ada lima orang.

"Perasaan saya yang kasih naik satu orang, kiri dan kanan, seperti nya ada di depan, jadi kayaknya lima orang. Saya dibawa di batas Gorontalo dengan Menado di situ di gunung saya dibuang," beber Arman.

Setelah ditinggalkan para pelaku, Arman langsung mencari rumah warga terdekat. Di situ dia meminta pertolongan. "Warga di situ sementara duduk dia siaran langsung di Facebook-nya dan (akhirnya) ditahu oleh keluarga saya," tambahnya.

Kanit Jatanras Polrestabes Makassar, Iptu Afhi Abrianto mengatakan, polisi mengejar beberapa orang yang telah dikantongi identitasnya. Pihaknya masih menyelidiki lebih lanjut motif para pelaku melakukan penculikan dan perampokan ini.

"Kalau motif kami masih lakukan penyelidikan pendalaman dari keterangan korban karena pelaku masih kami cari tapi ada beberapa nama yang sudah kami kantongi, yang akan kita kejar guna mempermudah kami untuk menangkap pelaku lainnya dan menyelesaikan kasus ini," ungkap Afhi.

#Penculikan #Taksi Online #Makassar