BUKAMATA – Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7 days (reserve) repo rate (BI-7DRR) di level 3,50 persen.
Selain itu, BI juga pertahankan suku bunga deposit facility sebesar 2,75 persen dan suku bunga lending facility sebesar 4,25 persen.
Keputusan ini ditetapkan BI sebagai hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 18-19 Agustus 2021, kemarin.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, keputusan ini konsisten dengan perkiraan inflasi yang tetap rendah, stabilitas nilai tukar rupiah yang terjaga, dan memperkuat pemulihan ekonomi nasional.
"Rapat Dewan Gubernur BI pada 18-19 Juli 2021 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI-7DRRR sebesar 3,50 persen," kata Perry dalam siaran pers yang diterima Bukamata, Sabtu (21/8/2021).
“Keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan, di tengah perkiraan inflasi yang rendah, dan juga upaya mendukung pemulihan ekonomi,” tambahnya.
Perry melaporkan beberapa indikator yang mendorong penahanan suku bunga acuan.
Indikator pertama yakni neraca pembayaran yang menunjukan kondisi kinerja yang baik, sehingga mendukung ketahanan eksternal ekonomi nasional.
Defisit transaksi berjalan relatif rendah didorong oleh surplus neraca perdagangan yang berlanjut.
Tercatat pada Juli 2021, Indonesia membukukan surplus neraca perdagangan sebesar 2,6 miliar dollar AS. Ini menjadi bulan ke-15 secara berturut-turut, RI mencatatkan surplus meraca dagang.
"Antara lain didukung kinerja ekspor komoditas-komoditas utama Indonesia,” ujar Perry.
Selain itu, arus modal asing masih mengalir ke Indonesia hingga awal Agustus. Bank sentral mencatat, net inflows sebesar 2 miliar dollar AS sampai dengan 1 Agustus 2021.
Kemudian, BI mencatat pergererakan nilai tukar rupiah relatif terkendali. Ini terefleksikan dengan penguatan nilai tukar rupiah pada 18 Agustus 2021 sebesar 0,8 persen secara rerata dan 0,63 persen secara point to point.
“Penguatan sebagaimana tadi nilai tukar rupiah, didorong oleh aliran masuk modal asing dan juga menurunnya ketidakpastian global, juga persepsi positif investor,” ujar Perry.
Terakhir, indeks harga konsumen (IHK) dinilai tetap terkendali. Tercatat pada Juli 2021 terjadi inflasi sebesar 0,08 persen secara month to month dan 1,52 persen secara year on year.
“Berbagai komponen inflasi tetap terjaga, yakni inflasi inti, maupun adminstrised price. Itu menunjukan terkendalinya inflasi baik,” ucap Perry.
TAG
BERITA TERKAIT
-
BI Luncurkan Laporan Perekonomian Indonesia 2025
-
CHAPTER 2025, BI Apresiasi Mitra Strategis yang Berkontribusi dalam Perluasan Digitalisasi Sistem Pembayaran di Sulsel
-
Di Tengah Ketidakpastian Global, Ekonomi Sulsel Tetap Terjaga dengan Pertumbuhan Tahunan 5,25 Persen
-
BI Perkuat Ketahanan Pangan, Panen Perdana Padi Gamagora 7 di Maros dengan Produktivitas Fantastis
-
Redenominasi Rupiah Resmi Masuk Agenda 2027, Menkeu Purbaya: Kewenangan Penuh Ada di BI