Redaksi
Redaksi

Jumat, 13 Agustus 2021 12:10

Swab antigen sopir di perbatasan Makassar-Maros.
Swab antigen sopir di perbatasan Makassar-Maros.

Dua Sopir di Terminal Makassar Kabur Tinggalkan KTP Saat Akan Dites Swab Antigen

Dua sopir kabur saat akan dites swab antigen. Keduanya meninggalkan KTP.

MAKASSAR, BUKAMATA - Kamis, 12 Agustus 2021. Pukul 09.00 Wita. Di Terminal Malengkeri, sejumlah petugas bersiaga. Ada yang berseragam Dishub, Polri, juga ada TNI.

Mereka memeriksa satu per satu penumpang. Lalu memilih secara acak sopir yang akan dites antigen. Ada 45 orang. Semuanya sudah menyerahkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Namun saat tes swab antigen berlangsung, dua sopir kabur meninggalkan lokasi. Saat 43 rekannya usai dites, kedua sopir itu tak kunjung muncul.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Imam Hud mengatakan, pihaknya masih terus mencari kedua sopir itu. Pihaknya akan melakukan tracing hingga ke rumahnya, pasalnya, alamatnya sudah diketahui. Itu tercantum dalam KTP.

Menurut Imam, meski kabur, secara kasat mata, kedua sopir tersebut tampak sehat. Hanya saja, dia tetap akan melakukan tracing. Itu untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Makassar dan sekitarnya. 

"Faktanya yang kita laporkan saja 43, itu ada kita catat, tidak kembali, itu menitipkan KTP, tapi kita tahu alamatnya, kita tracing rumahnya, tapi sejauh ini di kasat mata tak bergejala positif," ungkapnya.

Imam menegaskan, ada 4 titik swab on the road yang digelar. Yakni, di Terminal Malengkeri, kedua di Aroepala, ketiga di Sudiang, dan terakhir di Jalan Penghibur.

"Untuk kegiatan yang saya pimpin, yang di wilayah Malengkeri, dalam waktu satu setengah jam itu, ada 43 yang kita swab on the road," terangnya.

Menurut Imam, dari 43 yang diperiksa acak, semuanya negatif. Swab di tempat ini akan dilakukan dalam waktu 10 hari ke depan. Masih dengan sistem acak untuk melihat perkembangan Covid-19 di Kota Makassar.

"Jadi ini kita acak, ada angkutan penumpang dan pribadi, ini target ini 10 hari dalam rangka mendukung kebijakan Bapak Presiden, Kapolri, dan Panglima TNI, dan Mendagri karena PPKM di Kota Makassar mobilitas masih tinggi, sehingga ini memberikan edukasi dan pemahaman masyarakat," tutur mantan Kepala Satpol PP Kota Makassar ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Swab

Berita Populer