TANGERANG, BUKAMATA - Mery Anastasia seorang dokter. Dia berpacaran dengan Leo (31), anak seorang pemilik bengkel di kawasan Jalan Cemara Raya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang.
Akibat hubungan pacaran itu, Mery hamil. Namun, pacarnya tak mau menikahinya. Alasannya, kedua orang tua sang pacar, Edi (63) dan Lilis (54) tak merestui.
Penolakan itu membuat Mery sakit hati. Hatinya dipenuhi dendam. Lalu membuncah pada Sabtu, 7 Agustus 2021 dini hari.
Pada dinginnya subuh, Mery tancap gas ke arah rumah sang kekasih. Di sebuah tempat penjual bensin eceran dia membeli 9 liter bensin. Dikemas dalam sembilan plastik. Lalu dimasukkan ke mobil Expander miliknya.
Kemudian dia pun ke bengkel milik sang kekasih. Empat kantong bensin dilempar. Lalu terakhir melemparkan korek kayu. Api seketika berkobar hebat. Menimbulkan ledakan.
Sebelumnya, sempat mengancam sang kekasih, Leo. Itu menurut pengakuan Nando (21), salah seorang penghuni yang selamat. Benar saja, hanya berselang beberapa menit dari ancaman itu, bengkel di lantai bawah terbakar. Ada bunyi ledakan.
Nando dan Leo lantas naik ke lantai atas. Hendak menyelamatkan kedua orang tuanya, Edi dan Lilis. Sayang, asap begitu tebal. Leo pingsan. Lalu terbakar. Begitupula kedua orang tuanya, Edi dan Lilis. Juga tewas di lokasi. Namun, petugas berhasil menyelamatkan Nando dan kakaknya, Mei (22).
Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Abdul Rachim mengatakan, pelaku Mery sudah diamankan. Di dalam mobilnya, juga ditemukan lima liter bensin, sisa 9 liter yang digunakan jadi pemicu kebakaran di bengkel korban.
"Pelaku hamil dan orangtua korban (Edi dan Lilis) tidak setuju kalau anaknya menikah dengan pelaku (MA)," beber Kompol Rachim.