Aswad Syam
Aswad Syam

Rabu, 11 Agustus 2021 12:11

Terpaksa Nikah Muda? Pendidikan Nasional Dalam Kondisi Darurat

Terpaksa Nikah Muda? Pendidikan Nasional Dalam Kondisi Darurat

Partai Gelora menemukan data. Banyak anak putus sekolah di tengah pandemi. Penyebabnya beragam. Salah satunya nikah muda.

JAKARTA, BUKAMATA - Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menilai sistem pendidikan Indonesia terpukul imbas dari pandemi Covid-19 yang tidak diketahui kapan akan berakhir.

Hal ini mengakibatkan proses belajar mengajar dan penciptaan sosial interaksi antar siswa dengan guru menjadi terhambat, sehingga menyebabkan jumlah anak putus sekolah cukup tinggi.

"Kami menemukan fakta lapangan yang menunjukan anak putus sekolah cukup tinggi, terutama menimpa anak-anak yang berasal dari keluarga menengah ke bawah," kata  Styandari Hakim (Tyan) Ketua Bidang Pelayanan Masyarakat (Yanmas) DPN Partai Gelora Indonesia, Selasa (10/8/2021) kemarin.

Menurut Tyan, Partai Gelora telah melakukan pemantauan secara langsung terhadap sekolah-sekolah di wilayah Jabodetabek. Pemantauan dilakukan melalui wawancara secara online dengan beberapa guru dan kepala sekolah di Jabodetabek.

Temuan menunjukan, beberapa penyebab anak putus sekolah saat pandemi Covid-19, antara lain mereka memutuskan menikah muda, bekerja membantu orang tua, menunggak iuran SPP dan kecanduan game online.

"Kasus tersebut terjadi di hampir 90 sekolah swasta dan 75 persen kasus berada dari jenjang SMA/SMK," ungkap Tyan.

Ini baru temuan di wilayah Jabodetabek saja, belum di wilayah lainnya di Indonesia. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan dan perlu mendapatkan perhatian agar tidak terjadi krisis generasi akibat pandemi.

Dalam menyikapi situasi ini Partai Gelora akan membuat posko pengaduan pendidikan melalui 'Rumah Yanmas' di seluruh Indonesia. Posko pengaduan ini bertujuan menghimpun data dan melakukan pendampingan kepada para pelajar, mahasiswa yang putus sekolah, kuliah agar dapat teradvokasi dengan baik.

"Alarm darurat pendidikan harus segera dinyalakan , apabila dibiarkan maka akan berdampak pada keberlangsungan masa depan Indonesia ," tutup Tyan.

#Partai Gelora Indonesia