Muh. Taufik
Muh. Taufik

Sabtu, 31 Juli 2021 15:26

Santun Bermedia Sosial Hindari Efek Negatif

Santun Bermedia Sosial Hindari Efek Negatif

Dalam berpendapat di media sosial hindari membagikan informasi yang parsial, belum jelas kebenarannya, foto atau video yang menjijikkan atau menakutkan, mengandung fitnah, umpatan maupun mengancam stabilitas masyarakat.

BULUKUMBA, BUKAMATA – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 31 Juli 2021 di Bulukumba, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Jarimu Harimaumu”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Dosen Ilmu Komunikasi STAI AL GAZALI Bulukumba A Hasan Al Husain, pemengaruh Nurul Fadillah, FITRA (Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran) Husein Ratuloli, dan dosen Dody Kurniawan. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Mila Kurnia selaku penyiar radio. Kegiatan webinar yang kembali diadakan di Bulukumba ini diikuti oleh 620 peserta dari berbagai kalangan.Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama adalah Hasan Al Husain yang membawakan materi bertema “Mengenal Macam-macam Aplikasi Percakapan, Perbedaan dan Fitur-fiturnya”. Menurut dia, WhatsApp dan Line unggul dalam hal oto-sinkron dengan kontak di ponsel hingga dapat dibuka melalui komputer, namun harus sering diperbaharui. Wechat punya fitur look around tapi kurang emoticon sedangkan Telegram bisa mengirim file besar tanpa kompresi.

Berikutnya, Nurul Fadillah menyampaikan materi berjudul “Etika Berjejaring: Jarimu Harimaumu”. Ia mengatakan, saring pertemanan, kiriman atau pesan yang diterima, tidak berlebihan dalam penggunaan, serta jaga kesantunan dalam interaksi menjadi hal-hal yang harus diperhatikan untuk menghindari efek negatif bermedia sosial.

Sebagai pemateri ketiga, Husein Ratuloli membawakan tema tentang “Mengenal Lebih Jauh Cara Menyuarakan Pendapat di Dunia Digital”. Menurut dia, dalam berpendapat di media sosial hindari membagikan informasi yang parsial, belum jelas kebenarannya, foto atau video yang menjijikkan atau menakutkan, mengandung fitnah, umpatan maupun mengancam stabilitas masyarakat.

Adapun Dody Kurniawan, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema “Menjaga Keamanan Digital bagi Anak-anak di Dunia Maya”. Ia mengatakan, orang tua perlu mengajarkan kepada anak-anak bagaimana menjaga informasi pribadi, memperkuat kata sandi, menemukan konten yang sesuai, hingga mewaspadai perangkap misinformasi. Temani, bimbing, dan arahkan anak beraktivitas di internet secara positif.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Antusias para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber dihargai panitia dengan memberikan uang elektronik senilai Rp 100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. Salah satu pertanyaan menarik yang dikemukakan peserta diantaranya adalah tentang adakah tindakan hukum terhadap aplikasi percakapan yang kerap disalahgunakan untuk prostitusi daring. Nara sumber menjelaskan bahwa sudah beberapa kali dilakukan tindakan teguran untuk memperbaiki sistem agar tidak disalahgunakan pihak tak bertanggung jawab.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

#Dyandra Promosindo

Berita Populer