Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Seorang karyawan swalayan di Luwu tewas dikeroyok dengan senjata tajam. Pelaku mengira korban memacari adik pelaku.
BELOPA, BUKAMATA - Kamis, 29 Juli 2021. Jarum jam menunjukkan sekira pukul 14.50 Wita. LS (28) sedang beristirahat di kamar kosnya, di Dusun Lataggiling, Desa Karang-karangan, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu.
Tiba-tiba karyawan minimarket itu dikejutkan dengan kedatangan beberapa pemuda. Kurang lebih 9 orang. Masing-masing, Muh Rafli, Fikram, Dicky Ramadhan, Sardi, Muh Gilang, Ikram, Amran, Ikra dan Ary.
"Kau pacari adikku?" Rafli memukul korban. Lalu, Fikram dan Dicky yang masing-masing membawa sebilah parang, langsung menebas korban pada bagian lengan, pinggang, rusuk, dada serta bagian belakang korban.
Rekan Rafli, Ikra dan Arif juga memukul bagian wajah dan kepala korban secara berulang kali dengan kepalan tangan.
Mengakibatkan pemuda asal Dusun Mangai, Desa Mangeloreng, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros itu terkapar bersimbah darah. Ada 14 kali tebasan parang dan senjata tajam lainnya mendera tubuhnya.
Sementara lima rekannya menganiaya korban, empat pelaku lainnya, Sardi, Ikram, Gilang, Amran, berjaga di pintu rumah kos milik korban. Sehingga para pelaku bebas melampiaskan amarahnya.
Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Bua. Namun, karena keterbatasan alat, korban lalu dirujuk ke rumah sakit di Kota Palopo. Namun sayang, nyawa korban tak tertolong.
Kasat Reskrim Polres Luwu, AKP Jon Paerunan mengatakan, pelaku Rafly mengira korban berpacaran dengan adiknya, lalu mengajak rekan-rekannya memberi pelajaran kepada korban. Sembilan pelaku telah diamankan. Tujuh pelaku diamankan Polsek Bua melalui bantuan personel Polres Luwu. Sementara 2 pelaku lainnya, Ikra dan Ary masih buron.
"Rafli salah sasaran. Dia mengira LS yang memacari adiknya. Ternyata orang lain," ujar AKP Jon.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33