Redaksi : Rabu, 28 Juli 2021 12:10
Ilustrasi jenazah Covid-19

MAKASSAR, BUKAMATA - Satu jenazah pasien Covid-19 tinggal dua hari di RSUD Daya. Tidak dimakamkan. Akibatnya, jenazah tersebut membusuk.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, jenazah tersebut sebenarnya meninggal di rumah. Lalu dijemput oleh petugas dari RSUD Daya. Di rumah sakit milik Pemerintah Kota Makassar itu, jenazah ditangani oleh petugas pemulasaran.

Mulai dari memandikan, membungkus dengan kain kafan. Lalu membungkusnya dengan plastik. Ketika jenazah sudah siap, ternyata tak ada yang menjemput.

Menurut Wali Kota Makassar yang akrab disapa Danny ini, pihaknya hanya bisa melakukan pemulasaraan jenazah Covid-19 hingga siap dimakamkan. Pihaknya tidak bisa melakukan pemakaman, karena kewenangan itu ada di Satgas Covid-19 Sulsel, di mana tim Satgas Covid-19 Sulsel akan menjemput jenazah yang sudah disiapkan tim Satgas Covid-19 Makassar.

Namun, beberapa jenazah COVID-19 yang sudah siap dimakamkan, terlambat dijemput dan tertahan. "Maka mayat itu hampir 2 hari baru diangkut sudah membusuk," ucapnya.

Danny menambahkan, total ada tiga jenazah pasien Covid-19 di RSUD Daya; 2 jenazah diangkut dalam masa 24 jam, sementara 1 jenazah lainnya baru diangkut setelah nyaris 48 jam.

"(Total) 3 di RSUD Daya diangkut dua dalam 24 jam, yang satunya itu lewat 24 jam jadi sudah busuk," ungkap Danny.

Danny mengaku miris. Pasalnya, ini adalah masalah orang mati. Juga soalnya, sumber penyakit jika telat dimakamkan.

Namun kata Danny, persoalan serupa tidak hanya terjadi di RSUD Daya. Danny juga mengaku mendapat laporan, ada juga jenazah tertahan di RS Stella Maris. Ada 3 mayat.

"Nah, khusus untuk Stella Maris itu laporan intelijen ke saya, dia minta 'Pak Danny bagaimana caranya diangkut sudah lama tidak diangkut ini mayat 3, begitu," katanya.

Sementara itu, Satgas COVID-19 Sulsel yang menangani penjemputan dan pemakaman jenazah mengatakan, timnya kewalahan.

"Tim Satgas Covid-19 Provinsi kewalahan, karena harus melayani tujuh rumah sakit milik Pemprov Sulsel, ditambah rumah sakit swasta yang ada di Makassar," ungkap Koordinator Posko Satgas Covid-19 Sulsel, dr Arman Bausat, Selasa, (27/7/2021).

Tim kata dr Arman, sudah bekerja maksimal. Hanya saja, tingkat kematian akibat Covid-19 belakangan ini cukup tinggi.

Saat peristiwa jenazah Covid-19 tertahan selama 24 jam di RSUD Daya pada Sabtu, 24 Juli 2021 lalu, dr Arman mengatakan, pada saat bersamaan, tim Satgas Covid-19 Sulsel tengah mengurus 21 jenazah pasien Covid-19 di waktu yang sama.

"Satu jenazah itu butuh waktu sekitar 2 jam. Dan hari ini (Selasa red), kami mengurus sembilan kematian," bebernya.