Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Senin, 26 Juli 2021 17:25

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani, di Aula La Galigo Kantor Bupati, Senin, 26 Juli 2021.
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani, di Aula La Galigo Kantor Bupati, Senin, 26 Juli 2021.

Tak Ingin Sektor Pertanian Terganggu di Masa Pandemi, Bupati Lutra Serahkan Bantuan Alsintan

Sektor pertanian tidak boleh berhenti, karena sektor ini adalah sektor kritikal di tengah pandemi.

LUWU UTARA, BUKAMATA - Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani, di Aula La Galigo Kantor Bupati, Senin, 26 Juli 2021. Bantuan diserahkan Bupati secara simbolis, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Turut hadir, Asisten II Bambang Irawan, dan Sekretaris Dinas Pertanian H. Muhammad. Menariknya, penerima bantuan alsintan semuanya telah divaksin Covid-19, karena salah satu persyaratan mendapatkan bantuan, harus divaksin.

Adapun alsintan yang diserahkan, antara lain, combine harvestrer atau mesin pemotong padi sebanyak 2 unit, rice milling unit (RMU) atau mesin penggilingan padi (1), mesin penggilingan kopi (2), mesin pembubuk kopi (2), mesin pompa air (8), hand sprayer (10), mesin pompa air (6), dan mesin traktor roda dua (2). Bantuan bersumber dari APBD dan APBN.

Indah mengatakan, sektor pertanian tidak boleh berhenti karena sektor ini adalah sektor kritikal di tengah pandemi.

"Sektor pertanian kita harapkan tidak terganggu di masa pandemi, karena sektor ini masuk ke dalam sektor kritikal yang memberi penyediaan makanan kepada masyarakat," kata Indah.

Untuk itu, dia berharap para petani tetap dalam keadaan sehat, tidak terganggu kesehatannya, karena sektor pertanian yang tidak mendapatkan pembatasan di masa pandemi. "Sektor ini kita tidak dilakukan pembatasan, tapi kita harap para petani tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan yang ketat saat beraktivitas," harapnya.

Dikatakan Indah, banyak kelompok tani menginginkan bantuan, tapi tidak sedikit juga yang tidak siap menerima, karena ketidakmampuan memelihara, merawat dan menggunakannya dengan baik. Padahal, usia pemakaian alsintan minimal 5 tahun, bahkan bisa lebih, tergantung cara perawatannya.

"Bantuan ini milik bersama, sehingga pemeliharaannya harus diperhatikan betul," imbuhnya, seraya berharap alsintan tidak dipindahtangankan, tidak dipersewakan dan tidak diperjualbelikan.

"Tolong ini menjadi perhatian kita," pungkasnya. (*)

#Indah Putri Indriani #Bantuan alsintan #Luwu Utara #Kementrian Pertanian