Muh. Taufik
Muh. Taufik

Sabtu, 24 Juli 2021 17:10

Bimbing Anak Raih Sukses Belajar Daring

Bimbing Anak Raih Sukses Belajar Daring

Keterampilan memahami media daring, mengelola atau menjalankan kelas daring, dan komunikasi interaktif dengan peserta didik perlu dikuasai oleh guru demi suksesnya kegiatan pembelajaran daring.

MINAHASA, BUKAMATA - Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 24 Juli 2021 di Minahasa, Sulawesi Utara. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema yang diangkat pada hari ini adalah “Menjaga Kualitas Belajar dari Rumah”.

Program kali ini menghadirkan 702 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari CEO @akupintar, Lutvianto Pebri; Ketua Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat, Evy Tampakatu; Women Empowerment Coach, Nia Nurdiansyah; dan PWI Poso, Rian Dharmawan. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Alfian Rahardian Afif selaku podcaster. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Pemateri pertama adalah Lutvianto yang membawakan materi bertema “Sukses Belajar Daring dengan Kemampuan Literasi Digital”. Menurut Lutvianto, orang tua, guru, dan siswa punya peran dan kontribusi masing-masing untuk bersama-sama mencapai kesuksesan belajar daring. Banyak platform pembelajaran digital yang berkembang dewasa ini yang dapat dimanfaatkan untuk memaksimalkan capaian belajar.

Berikutnya, Evy Tampakatu menyampaikan materi berjudul “Mencegah, Mendeteksi & Menyikapi Perundungan Dunia Maya”. Ia mengatakan, deteksi dini pada anak korban perundangan terkait perubahan perilaku anak ke arah negatif. Misalnya, menarik diri dari keluarga dan lingkungan sosial, serta menolak pergi ke sekolah. Deteksi dini dapat mencegah dan memutus rantai kekerasan perundungan sedini mungkin.

Sebagai pemateri ketiga, Nia Nurdiansyah membawakan tema tentang “Bagaimana Memanfaatkan Teknologi untuk Pendidikan di Era Digital”. Menurut dia, keterampilan memahami media daring, mengelola atau menjalankan kelas daring, dan komunikasi interaktif dengan peserta didik perlu dikuasai oleh guru demi suksesnya kegiatan pembelajaran daring.

Adapun Rian Dharmawan, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema mengenai “Keamanan Digital bagi Anak-anak di Dunia Maya”. Ia mengatakan, menemani anak saat mengakses internet sekaligus bisa menjadi kesempatan bagi orang tua untuk mengontrol aktifitas digital dan mendorongnya mengembangkan ekspresi, minat, bakat, serta potensi yang dimiliki.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Antusias para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber dihargai panitia dengan memberikan uang elektronik senilai Rp 100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. Salah satu pertanyaan menarik yang dikemukakan peserta adalah tentang kendala kegagapan teknologi dalam beradaptasi dengan sistem pembelajaran daring. Narasumber menjelaskan bahwa perlunya peningkatan literasi digital lewat pelatihan-pelatihan peningkatan kecakapan digital.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

#Dyandra Promosindo #Kominfo

Berita Populer