Muh. Taufik
Muh. Taufik

Selasa, 13 Juli 2021 19:06

Inovasi dan Kreasi Kembangkan Bisnis Daring

Inovasi dan Kreasi Kembangkan Bisnis Daring

Membangun kepercayaan dengan calon konsumen adalah hal yang paling utama dan pertama dalam membangun bisnis daring.

PARIGI, BUKAMATA - Sebanyak 717 peserta dari berbagai kalangan usia dan profesi antusias mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 13 Juli 2021 di Parigi, Sulawesi Tengah. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Membangun Usaha Daring”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Startup Ecosystem Builder Patrice Sagay, Pemengaruh Hafiid Ramdhani Pratama, Ketua AJI Palu dan Trainer GNI Muhammad Iqbal, dan Redaktur Eksekutif Ligo.id Arfan Dalanggo. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Linda Setiawati selaku Aktivis Perempuan. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Pemateri pertama adalah Patrice yang membawakan materi kecakapan digital dengan tema “Mengenal Lokapasar: Aksesibilitas, Jenis dan Fitur”. Menurut dia, Indonesia sebagai pasar e-dagang terbesar se-ASEAN tentu memiliki potensi besar untuk terus menumbuhkembangkan bisnis daring. Lokapasar sebagai tempat bertemunya pembeli dan penjual daring memiliki beberapa jenis, diantaranya C2C (Customer to Customer), B2C (Business to Customer) dan B2B (Business to Business). Pelaku bisnis daring hanya perlu mendaftar atau membuka akun/toko daring di salah satu lokapasar sesuai kebutuhan kemudian mengelolanya.

Berikutnya, Hafiid menyampaikan materi etika digital berjudul “Pengetahuan Dasar dan Aturan Usaha Online”. Ia mengatakan, membangun kepercayaan dengan calon konsumen adalah hal yang paling utama dan pertama dalam membangun bisnis daring. Deskripsi toko daring atau produk yang singkat dan jelas, pencantuman kontak dan alamat fisik serta cara pembelian menjadi penting untuk diperhatikan. Selebihnya, promosi, inovasi, kreatifitas dan strategi marketing harus terus dikembangkan dalam pengelolaan bisnis daring.

Sebagai pemateri ketiga, Iqbal membawakan tema budaya digital tentang “Peran Literasi Digital untuk Mengubah Mindset Konsumtif Menjadi Lebih Produktif”. Menurut dia, digitalisasi yang berkembang pesat membuka peluang sekaligus tantangan yang besar dalam mengembangkan bisnis daring. Memaksimalkan promosi di sosial media, otentisitas dan kreatifitas menjadi kunci yang signifikan dalam meningkatkan produktivitas kita, disamping kontrol diri agar tak terbawa arus godaan konsumerisme.

Adapun Arfan, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema keamanan digital mengenai “Perlindungan Hak Cipta di Ranah Digital”. Ia mengatakan, tantangan perlindungan hak cipta di era digital bersifat bebas, murah, luas dan cepat. Lisensi, hukum dan sanksi pemerintah jadi penting dalam usaha melindungi hak cipta.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Antusias para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber dihargai panitia dengan memberikan uang elektronik senilai Rp 100.000 bagi sepuluh penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Salah satu pertanyaan menarik yang dikemukakan peserta diantaranya adalah tentang hukum-hukum yang terkait dengan promosi usaha di media sosial. Narasumber menjelaskan bahwa hukum yang spesifik terkait dengan promosi sejauh ini belum ada selama kita mengikuti aturan atau prosedur promosi yang diterapkan penyedia platform dan tidak melanggar UU ITE.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

#Dyandra Promosindo #Kominfo RI