Redaksi : Minggu, 04 Juli 2021 17:09
TKP di Keerom Papua, dan penangkapan Virgita di Enrekang, Sulsel.

ENREKANG, BUKAMATA - Sabtu, 3 Juli 2021. Sebuah mobil minibus oranye berhenti di depan sebuah rumah kayu di Desa Tirowali, Kecamatan Baraka, Enrekang, Sulsel. Di atas rumah dan di sekitar mobil, dipadati warga. Mereka bersiap dengan ponselnya. Menyorot ke arah dalam rumah.

Tak lama, keluar seorang wanita berkerudung abu-abu. Dia menggendong seorang bocah berusia sekira 1 tahun. Wajahnya seperti meringis.

Serempak, warga menyoraki wanita itu. "Huuuuuuuu....," Begitu teriak warga.

Lalu digiring beberapa pria yang merupakan petugas kepolisian berpakaian sipil, wanita berkerudung abu-abu itu dibawa masuk ke mobil minibus oranye. Lalu, mobil bergerak pergi.

Wanita itu adalah Virgita Legina Hellu (25), istri almarhum Nasruddin (44) yang ditemukan tewas di dalam mobilnya di Keerom, Papua, pada Senin malam, 28 Juni 2021 lalu.

Virgita ada saat kejadian. Dia berkendara bersama suaminya. Ketika sekira pukul 21.30 WIT, diadang tiga pria di Arso2, Keerom, Papua. Salah seorang pelaku adalah Ma, yang ternyata adalah pria selingkuhan Virgita.

Saat pembunuhan, tak ada yang mencurigai Virgita. Sebab, dia ditemukan warga yang melintas, menangis di dekat mobil yang mesinnya masih menyala. Pakaiannya berlumur darah. Ada luka di tangan Virgita. Sementara suaminya tewas bersimbah darah di jok depan.

Kepada polisi di TKP, Virgita mengaku, malam itu dia berkendara bersama suaminya di Jalan Hanurata Holtekam, Balai Distrik Muaratami, Papua. Mereka hendak pulang ke rumahnya di Arso 2, Kabupaten Keerom, Papua, menggunakan mobil minibus merah yang dikemudikan oleh Nasruddin yang akrab disapa Acik

Pasutri tersebut melewati jalan di Kampung Holtekam. Virgita tertidur di dalam mobil saat dalam perjalanan. Tiba-tiba mobil dijegat oleh orang tak dikenal yang diperkirakan berjumlah tiga orang.

Virgita terbangun. Ia melihat suaminya telah diancam menggunakan benda tajam oleh para pelaku yang menggunakan kendaraan roda empat.

“Namun saksi tidak mengetahui jenis kendaraan yang digunakan pelaku karena gelap,” ujar Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal dalam keterangan tertulisnya, Selasa siang.

Korban Nasruddin kemudian disuruh keluar dari dalam mobil, lalu diminta menyerahkan barang-barang berharga miliknya, tetapi korban menolak.

Korban kemudian dianiaya para pelaku menggunakan senjata tajam hingga meninggal.

Selain itu, pelaku juga mengancam Virgita dan memintanya untuk tidak berteriak minta tolong.

Virgita yang melihat kejadian tersebut, mengaku berusaha melindungi suaminya yang jatuh tersungkur dengan sejumlah luka pada bagian leher belakang.

Hal itu mengakibatkan Virgita ikut terkena pisau pada bagian tangan kanan.

Pelaku merampas tas milik Virgita dan kabur meninggalkan lokasi kejadian.

“Setelah melakukan penganiayaan, pelaku melarikan diri dengan menggunakan kendaraan roda empat dengan bawa tas milik saksi (Virgita),” kata Kamal.

Virgita menangis melihat suaminya sudah tidak bernyawa. Perempuan 25 tahun itu kemudian berteriak meminta pertolongan kepada pengendara yang lewat.

Polisi tak begitu saja percaya atas keterangan Virgita. Polisi melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus perampokan dan pembunuhan pedagang emas di Jayapura itu. Akhirnya, polisi berhasil menangkap beberapa pelaku. Salah satunya pria berinisial Ma.

Ma lalu buka mulut. Dia mengaku kalau otak pelaku perampokan dan pembunuhan pengusaha emas di Jayapura itu adalah istri korban sendiri, Virgita Legina Hellu.

Virgita diduga merancang pembunuhan suaminya seolah-olah terjadi perampokan. Tujuannya agar korban tak jadi penghalang lagi hubungannya dengan selingkuhannya Ma, juga untuk menguasai seluruh harta korban.

Pasangan selingkuh ini juga dibantu oleh dua orang yang disebut-sebut sebagai teman Ma.

Dari keterangan Ma itulah, polisi dari Polda Papua berkoordinasi dengan Polda Sulsel dan Polres Enrekang, menangkap Virgita kampung halaman suaminya di Desa Tirowali Kecamatan Baraka, Enrekang, Sulawesi Selatan pada Sabtu, 3 Juli 2021.

Salah seorang kerabat korban mengatakan, Virgita dulunya adalah anak tukang masak korban. "Karena kasihan lalu diberi tumpangan di rumahnya. Mamanya juga mengenalkan putrinya ke adik saya," ujar wanita yang mengaku kakak korban.