PSM Makassar Siap Tantang Persis Solo di Manahan: Trucha Lakukan Rotasi, Abu Kamara Starter
29 November 2025 19:07
Petugas pemakaman Covid-19 dipukul dan diusir warga. Saat itu, mereka hendak memakamkan jenazah pasien Covid yang meninggal di RSUP Wahidin, Makassar.
BULUKUMBA, BUKAMATA - Sebuah video viral di media sosial (medsos). Kejadiannya di Bulukumba, Sulsel. Anggota Tim Satgas Covid-19 yang akan bertugas memakamkan jenazah pasien Covid-19 dipukul dan diusir. Mereka sudah berpapakaian APD lengkap, ketika diintimidasi warga di rumah duka, Desa Singa, Kecamatan Herlang, Bulukumba.

Puluhan warga memadati areal rumah duka, mengusir petugas berpakaian APD lengkap. "Saya bisa urus sendiri, saya kasi mandi, apa. Pulang, pulang cepat," terdengar suara warga menghalau petugas.
Karena kalah jumlah, petugas tak bisa berbuat apa-apa. Tampak mereka naik ke mobil jenazah lalu pergi.
Sementara itu, beberapa warga dan keluarga membongkar peti jenazah dan melemparkan papannya keluar rumah. Mereka juga memakamkan jenazah Covid-19 itu. Seorang Babinsa setempat juga tampak tak bisa berbuat banyak.
Kadis Kesehatan Kabupaten Bulukumba, dr Wahyuni menyesalkan kejadian tersebut. Menurutnya, sebelumnya keluarga pasien sudah menandatangani pernyataan bahwa akan memakamkan jenazah keluarganya secara protokol Covid-19.
"Kita berharap ini tidak terulang lagi," ujar dr Wahyuni.
Ketua Tim Pemakaman COVID-19 Bulukumba Muhammad Suparto juga mengatakan, sebagian anggota keluarga jenazah sudah sepakat pemakaman itu ditangani petugas.
"Kejadian itu sangat-sangat kami sesalkan. Mereka berinteraksi dengan jenazah, peti dibongkar," kata Suparto.
Suparto mengatakan, timnya sejak awal sudah menunggu di rumah duka ketika jenazah masih dalam perjalanan dari RSUP Wahidin Sudirohusodo, Rabu, (30/6/2021). Suparto mengaku telah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan aparat keamanan dalam hal ini Babinsa setempat.
"Tapi hari itu kami juga sudah curiga karena memang kami dengar desas-desus sebagian keluarga tidak sepakat kalau kami yang memakamkan," ucap Suparto.
Suprapto mengatakan, percuma juga. Pasalnya warga sudah telanjur bersentuhan dengan peti yang terkontaminasi dengan Covid-19. Bahkan bersentuhan dengan jenazah pasien Covid-19.
Penulis: Rey Yudhistira
29 November 2025 19:07
29 November 2025 18:30
29 November 2025 17:11
29 November 2025 09:50
29 November 2025 11:25
29 November 2025 16:15
29 November 2025 12:27
29 November 2025 13:56