Redaksi : Sabtu, 26 Juni 2021 20:24
Pelaku Makmur saat dieriksa penyidik.

BONE, BUKAMATA - Kamis, 24 Juni 2021. Pagi itu, jarum jam menunjukkan pukul 07.30 Wita. Mentari baru saja muncul dari ufuk timur, menerangi sebagian wilayah Dusun Mario, Desa Bonto Jai, Kecamatan Bontocani, Bone.

Di sebuah petak sawah, Saleng (75) tengah mencangkul sawah. Tiba-tiba muncul Makmur (51), masih kerabat Saleng.

Melihat Saleng menggarap sawah warisan itu, Makmur menegurnya. Pasalnya, mereka ada kesepakatan untuk bergantian menggarap sawah itu.

"Kenapa kita garap ini sawah? Giliranku sekarang garap ini sawah," ujar Makmur sambil turun ke tengah sawah mendekati Saleng.

Tersinggung, Saleng lantas memukulnkepala Makmur. Mendapat pukulan pada bagian kepala, Makmur lantas mencabut pisau yang dia biasa pakai menyadap enau.

Tanpa berkata-kata, pisau itu ditusukkan ke tubuh korban berkali-kali. Korban Saleng menangkisnya dengan tangan hingga lengannya terluka. Lalu, pisau itu bebas masuk ke perutnya, rusuk sebelah kiri, juga luka tertutup pada bagian ubun-ubun.

Saleng tersungkur di lumpur. Dia meninggal seketika.

Pelaku lalu diamankan. Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Ardy Yusuf mengatakan, bersama pelaku turut diamankan sebuah pisau juga cangkul yang patah.

Penulis: Oces