Aswad Syam
Aswad Syam

Jumat, 11 Juni 2021 10:03

Fahri Hamzah dalam Gelora Talks.
Fahri Hamzah dalam Gelora Talks.

Fahri Hamzah Usul BUMN Cukup Dua Saja

Fahri Hamzah mengusulkan adanya perampingan BUMN. Cukup dua holding saja.

JAKARTA, BUKAMATA - Fahri Hamzah menilai, pemerintah perlu segera melakukan perampingan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi dua entitas sektor usaha saja. Itu sesuai dengan amanat konstitusi, yakni sumber daya alam dan industri strategis.

"Sesuai amanat konstitusi pasal 33, perlu dilakukan perampingan BUMN menjadi dua, sumber daya alam dan industri stategis. Yang terkait sumber daya alam dan cabang-cabang produksinya disatukan dalam satu holding, sehingga negara tinggal mengontrol saja, tidak perlu semua mengurusi bisnis," kata Fahri dalam Gelora Talk 'BUMN, Apa Masalah dan Solusinya?' di Jakarta, Kamis (10/6/2021).

Diskusi yang disiarkan live Gelora TV dan Transvision ini, juga menghadirkan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga dan Komisaris PT Garuda Indonesia Peter F. Gontha.

Fahri menegaskan, negara cukup hadir menyangkut industri strategis bagi rakyat dan hajat hidup orang banyak. Tidak perlu menangani bisnis lainnya. Negara fokus saja pada penyelenggaraan demokrasi, memberikan kepastian kepada market, swasta dan rakyat untuk berusaha.

"Tidak ada ceritanya BUMN bersaing dengan usaha rakyat sendiri dan saling makan, justru pemerintah harusnya membuka market untuk rakyat," kata Wakil Ketua DPR RI 2014-2019 ini.

Fahri berharap, pemerintah segera mengevaluasi menyeluruh terhadap konsep keberadaan BUMN dan manfaatnya ke depan. Sehingga, upaya perampingan bisa dilakukan secepatnya.

Sementara Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga setuju dengan usulan perampingan BUMN.

Arya menyebut dari 140-an BUMN, sudah dirampingkan menjadi 80-an. "Kami setuju perampingan dan sudah berjalan, kita target hanya ada sekitar 42 BUMN saja" kata Arya.

Sementara itu, Komisaris PT Garuda Indonesia, Peter F. Gontha menampik sakitnya maskapai Garuda Indonesia hingga di ambang kebangkrutan karena rekayasa.

" Saya rasa tidak ada yang merekayasa untuk merontokkan Garuda. Yang ada memang kejadian secara alami," kata Peter.

Menurut Peter, saat ini diperlukan penguatan peran negara untuk memperkuat daya saing, sehingga ancaman kebangkrutan Garuda tidak terjadi.

"Kita masih perlu flag carrier dan pemerintah perlu menyelamatkan Garuda," tutup Peter F.Gontha.

#Gelora Indonesia