Hujan dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Sejumlah Kendaraan di Jalan Tupai Makassar
01 Februari 2026 14:50
Penelitian ini dilakukan oleh belasan peneliti yang mengamati kematian akibat panas di 732 kota di seluruh dunia dari 1991 hingga 2018.
BUKAMATA - Penelitian baru menyimpulkan bahwa perubahan iklim adalah penyebab 37% kematian kematian akibat panas di dunia setiap tahun.
Penelitian ini dilakukan oleh belasan peneliti yang mengamati kematian akibat panas di 732 kota di seluruh dunia dari 1991 hingga 2018.
Mereka menemukan bahwa 37 persen orang kehilangan nyawa akibat suhu yang lebih tinggi dari pemanasan global.
Dalam bentuk angka, jumlahnya sekitar 9.700 orang per tahun, hanya dari kota-kota yang disurvei saja. "Tetapi jumlahnya jauh lebih banyak di seluruh dunia," kata penulis utama studi tersebut.
Dan yang lebih mengerikan, jumlah kematian akibat panas diprediksi akan tumbuh secara eksponensial, seiring dengan meningkatnya suhu.
“Ini kematian terkait panas yang sebenarnya bisa dicegah. Itu adalah sesuatu yang disebabkan secara langsung oleh kita,” kata Ana Vicedo-Cabrera, seorang ahli epidemiologi di Institute of Social and Preventive Medicine di University of Bern di Swiss.
Persentase kematian akibat panas tertinggi yang disebabkan oleh perubahan iklim terjadi di kota-kota di Amerika Selatan, lalu Eropa selatan dan Asia selatan.
Penelitian ini diterbitkan pada hari Senin di jurnal Nature Climate Change.
Dalam studinya, para ilmuwan menggunakan data kematian puluhan tahun di 732 kota untuk memetakan kurva yang merinci bagaimana tingkat kematian setiap kota berubah dengan suhu dan bagaimana kurva kematian panas bervariasi dari kota ke kota.
Beberapa kota beradaptasi dengan panas lebih baik daripada yang lain karena AC, faktor budaya dan kondisi lingkungan, kata Vicedo-Cabrera.
Kemudian peneliti mengambil suhu yang diamati dan membandingkannya dengan 10 model komputer yang mensimulasikan dunia tanpa perubahan iklim.
Perbedaannya adalah pemanasan yang disebabkan oleh manusia.
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
31 Januari 2026 21:37
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 14:50