BUKAMATA, GOWA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa akan menggelar Shalat Gerhana Bulan di Masjid Agung Syekh Yusuf Jalan Masjid Raya Sungguminasa, Rabu (26/5) malam.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gowa, H. Syamsuddin Bidol mengatakan sebelum pelaksanaan Shalat Gerhana Bulan atau kusuf terlebih dahulu akan dilakukan pemantauan di pelataran Masjid Agung Syekh Yusuf.
"Ini untuk melihat apakah gerhana sudah mulai baru kita laksanakan shalat. Dan mungkin kita laksanakan dulu shalat Isya sebelum Shalat Gerhana Bulan," kata H. Syamsuddin saat dikonfirmasi.
Setelah itu kata H. Syamsuddin Bidol, akan dilanjutkan dengan khutbah Gerhana yang akan dibawakan oleh salah seorang Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Ketua Asosiasi Dosen Ilmu Adab Se-Indonesia, Prof Barsihan Noor.
"Sementara untuk imam Shalat Gerhana yaitu Ust. H. Muh. Sadli Musthafa, beliau Peneliti Balitbang Agama Makassar & Pembina Ponpes Tahfidz Al Quran Al Imam Ashim Makassar & Pembina Ponpes Nadhatul Qurra Wal Huffaz Pannampu Makassar," lanjutnya.
Selain itu, pelakasanaan Shalat Gerhana Bulan ini akan tetap menerapkan Protokol Kesehatan, seperti menjaga jarak, jemaah wajib memakai masker dan sebelum masuk mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer.
"Ini tetap kita laksanakan, karena ini sudah menjadi protap di Masjid Agung Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. Kami juga mengajak seluruh imam-imam untuk melaksanakan Salat Gerhana di masjid masing-masing dan memperbanyak dzikir," harapnya.
Sementara itu, dilansir dari Balai Besar Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar dijelaskan bahwa Gerhana Bulan adalah fenomena langit yang terjadi ketika posisi bumi berada di antara matahari dan bulan.
Cahaya matahari terhalangi bumi, sehingga tidak semua sinar matahari sampai ke bulan dan gerhana bulan terjadi pada fase bulan purnama. Pada tahun ini, Gerhana Bulan Total (GBT) akan ini menjadi menarik karena fenomena ini beriringan dengan terjadinya Perigee yaitu posisi bulan berada pada jarak terdekatnya dengan bumi. Hal ini menyebabkan ukuran bulan terlihat lebih besar 13,77% dibandingkan posisi bulan pada titik apogee.
TAG
BERITA TERKAIT
-
150 Ton Sampah Gowa per Hari Akan Disulap Jadi Listrik
-
Sulsel Percepat Imunisasi Anak, Gowa Jadi Lokus Utama Penanganan Zero Dose
-
KPH Jeneberang Bantah Terjadi Perambahan Hutan di Gowa
-
Rawan Eksploitasi, Aktivis Lingkungan Sorot Perubahan Status Kawasan Hutan di Bawakaraeng
-
Dibabat Habis di Hulu, Puluhan Hektare Hutan Lindung di Gowa Gundul Akibat Ilegal Logging