BUKAMATA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berjanji untuk meluncurkan serangan roket ke Gaza, bahkan ketika konflik memasuki hari ketujuh.
Berbicara dalam pidato yang disiarkan televisi pada Sabtu malam, Netanyahu mengatakan serangan udara akan terus berlanjut "selama diperlukan" dan menegaskan bahwa segala kemungkinan telah dilakukan untuk membatasi korban sipil.
"Pihak yang menanggung kesalahan atas konfrontasi ini bukanlah kami, melainkan mereka yang menyerang kami," kata Netanyahu.
Hamas - kelompok militan Palestina yang menguasai Gaza - mulai menembakkan roket setelah memperingatkan Israel untuk menarik diri dari situs tersebut, dan memicu serangan udara balasan.
Menurut pejabat Palestina, karena serangan udara Israel, sedikitnya 148 orang telah tewas di Gaza, sementara Israel melaporkan 10 korban tewas, termasuk dua anak-anak.
Dan nahasnya, sepuluh anggota satu keluarga tewas oleh serangan udara Israel di sebuah kamp pengungsi di barat Kota Gaza pada hari Sabtu.
Seorang bayi berusia lima bulan, Omar Al-Hadidi, adalah satu-satunya yang selamat, sementara ibunya, empat saudara kandungnya, bibinya, dan empat sepupunya meninggal.
Ayah bayi itu, Mohammad Al-Hadidi, tidak ada di rumah pada saat serangan.
"Tidak ada roket di sana, hanya wanita dan anak-anak, tidak ada roket, hanya anak-anak damai yang merayakan Idul Fitri, apa yang telah mereka lakukan hingga pantas menerima ini?" katanya pada Reuters.
Seorang dokter yang merawat Omar berkata: "Dia dalam kondisi yang buruk. Tulang pahanya patah dan dia memiliki memar di sekujur tubuhnya tapi syukurlah setelah pemeriksaan pertama dia stabil."
Dan juga, serangan udara Israel menghancurkan gedung bertingkat tinggi, yang merupakan kantor media seperti Associated Press dan Al-Jazeera, serta menyasar sejumlah kantor dan apartemen.
Dalam pernyataan yang dirilis tak lama setelah itu, militer Israel mengatakan bangunan itu menampung aset militer milik Hamas, kelompok militan Palestina yang menguasai Gaza. Namun pemilik gedung membantahnya.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Gutteres mengatakan dia "sangat terganggu" oleh serangan di gedung itu.
"Sekretaris jenderal mengingatkan semua pihak bahwa setiap penargetan warga sipil dan struktur media secara sembarangan melanggar hukum internasional dan harus dihindari dengan cara apa pun," kata juru bicara Gutteres.
Associated Press (AP) mengatakan bangunan itu dihantam sekitar satu jam setelah pasukan Israel memerintahkan orang untuk mengungsi.