Ririn : Rabu, 12 Mei 2021 12:45

BUKAMATA - Israel mengumumkan keadaan darurat di pusat kota Lod, ketika konflik antara pasukan Israel dan orang Arab Israel meningkat.

Kerusuhan di Lod, yang berada di dekat Tel Aviv, dimulai setelah orang Arab Israel melakukan protes menyusul pemakaman seorang pria yang tewas dalam kerusuhan di kota itu sehari sebelumnya.

Namun itu berubah menjadi kerusuhan skala penuh. Pengunjuk rasa dilaporkan melemparkan batu ke arah polisi, dan itu ditanggapi dengan granat setrum.

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa sedikitnya 12 orang terluka dalam bentrokan itu.

Media Israel melaporkan bahwa sinagoge dan beberapa bisnis telah dibakar, sementara Reuters mengatakan bahwa ada laporan orang-orang Yahudi merajam mobil yang dikemudikan oleh seorang warga Arab.

Karena situasi tidak terkendali, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan keadaan darurat di Lod pada Selasa malam. Polisi perbatasan Israel telah didatangkan dari Tepi Barat.

The Times of Israel mengatakan ini adalah pertama kalinya pemerintah menggunakan kekuatan darurat atas komunitas Arab sejak 1966.

Ada juga kerusuhan di kota-kota lain, seperti di Yerusalem Timur dan Tepi Barat.

Dalam beberapa hari terakhir, Hamaz terus menembakkan ratusan roket ke Israel, sementara Israel melakukan serangan udara berat di Gaza.

Sedikitnya 40 orang tewas akibat serangan balasan tersebut.

Militan Palestina mengatakan mereka menembakkan ratusan rudal ke kota Tel Aviv setelah serangan udara Israel menghancurkan sebuah blok menara di Jalur Gaza pada hari Selasa.

Sementara militer Israel mengatakan mereka menargetkan militan di Gaza sebagai tanggapan atas serangan roket di Yerusalem dan daerah lain.

Komunitas internasional telah mendesak kedua belah pihak untuk mengakhiri eskalasi. Utusan perdamaian Timur Tengah PBB, Tor Wennesland, mengatakan ini bisa "meningkat menuju perang skala penuh".