BUKAMATA - Kekerasan oleh polisi Israel terhadap orang Palestina di Yerusalem berlanjut pada Sabtu malam. Sedikitnya 90 warga Palestina dilaporkan terluka setelah polisi Israel menindak pengunjuk rasa di luar Kota Tua Yerusalem Timur yang diduduki.
Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan, semua yang terluka adalah warga Palestina dan sebagian besar dari mereka mengalami cedera karena peluru karet atau granat setrum.
Kekerasan terjadi setelah sekitar 90.000 jamaah Muslim melaksanakan ibadah di Masjid Al-Aqsa pada malam suci Lailatul Qadar.
Beberapa orang dilaporkan melakukan aksi protes atas rencana Israel untuk secara paksa mengusir keluarga Palestina dari rumah mereka di tanah yang diklaim oleh pemukim ilegal Yahudi di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur.
Untuk menghentikan mereka, polisi Israel menembakkan granat kejut dan meriam air pada orang-orang Palestina. Para pemrotes kemudian membalas dengan melemparkan batu, menyalakan api, dan merobohkan barikade polisi di jalan-jalan menuju gerbang Kota Tua.
Kekerasan terbaru ini terjadi sehari setelah pasukan Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa dan menembakkan peluru berlapis karet, gas air mata, dan granat kejut ke arah pengunjuk rasa, melukai lebih dari 200 warga Palestina.
Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas mengatakan dia menganggap pemerintah Israel bertanggung jawab atas kerusuhan dan menyuarakan "dukungan penuh untuk para pahlawan kita di Al-Aqsa".
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membela tindakan polisi.
"Israel bertindak secara bertanggung jawab untuk memastikan penghormatan terhadap hukum dan ketertiban di Yerusalem sambil mengizinkan kebebasan beribadah," kata Netanyahu dalam pertemuan para pejabat keamanan.