BUKAMATA, GOWA - Pandemi Covid-19 yang menghantui hingga saat ini masih memberikan dampak pada sejumlah aktivitas, termasuk pada aktivitas belajar mengajar. Tidak sedikit sekolah masih melakukan pembelajaran secara daring.
Meski pembelajaran dilakukan secara daring, tenaga guru dituntun dapat menyiapkan bahan belajar mengajar yang menarik dan mudah dimengerti bagi para siswa. Termasuk saat mengajar di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Bunda PAUD Kabupaten Gowa, Priska Paramita Adnan mengatakan, dengan melihat kondisi tersebut pihaknya meminta agar para pengajar. Terutama para bunda-bunda PAUD di kecamatan agar merubah pola pembelajaran yang diberikan kepada anak usia dini agar lebih dimengerti dan mudah dipahami meskipun tidak melalui tatap muka.
"Yang harus menjadi perhatian bagi bunda-bunda PAUD di kecamatan adalah bagaimana memberikan pelajaran bagi anak agar tidak bosan dan pastinya mudah dipahami, ini harus dipelajari polanya," ungkapnya saat memimpin Rapat Koordinasi Kelompok Kerja (POKJA) Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Gowa, di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Selasa (4/5).
Ia mengaku, salah satu peran Bunda PAUD yakni memotivasi pengelola, penyelenggara, pembina, serta pendidik dan tenaga kependidikan dalam
menyelenggarakan layanan PAUD yang berkualitas sehingga bentuk keberhasilan suatu pendidik dan pengajar memastikan para anak menerima pembelajaran yang lebih baik meskipun ditengah pandemi ini.
"Dalam memberikan pelajaran daring bagi anak usia dini yang terpenting itu harus menarik, baik dari segi tampilan atau background pengajar, suara yang jelas dan detail dalam mengajar. Hal ini dilakukan agar anak tidak bosan dan betul-betul menikmati pelajaran," jelas Priska yang juga Ketua TP PKK Gowa.
Ia berharap setelah pertemuan tersebut para bunda PAUD dan tenaga pendidik PAUD lainnya di kecamatan bisa mencari pola pembelajaran yang baik dan menarik bagi anak usia dini dan melakukan pengukuhan bagi bunda PAUD desa agar pelayanan anak di tingkat desa juga terus berjalan.
TAG
BERITA TERKAIT
-
KPH Jeneberang Bantah Terjadi Perambahan Hutan di Gowa
-
Rawan Eksploitasi, Aktivis Lingkungan Sorot Perubahan Status Kawasan Hutan di Bawakaraeng
-
Dibabat Habis di Hulu, Puluhan Hektare Hutan Lindung di Gowa Gundul Akibat Ilegal Logging
-
Filosofi di Balik Logo Baru HJG Ke-705: Ujung Badik, Embun, dan Tangan Pakarena
-
Pemprov Sulsel Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Program Mandiri Benih Kentang di Gowa