Aswad Syam
Aswad Syam

Senin, 03 Mei 2021 11:02

Suasana di masjidilharam saat pandemi Covid-19.
Suasana di masjidilharam saat pandemi Covid-19.

Kemenag Tangkis Tiga Isu Hoaks Soal Haji 2021

Ada tiga isu liar soal Haji 2021. Semuanya dibantah Kemenag RI.

JAKARTA, BUKAMATA - Memang pada musim haji 2021, belum ada kejelasan dari Kemenag RI soal kapan pemberangkatan ke tanah suci. Hal itu memunculkan sejumlah informasi hoaks. Isu liar itu antara lain, jemaah Indonesia terancam tidak berangkat karena belum tersertifikasinya vaksin Sinovac yang digunakan umumnya warga negara di Indonesia.

Isu liar lainnya, soal adanya tunggakan pemondokan di tanah suci. Lalu isu lainnya, Arab Saudi menutup daerahnya untuk Indonesia, karena adanya proses peradilan terhadap seseorang yang disebut-sebut selama ini dilindungi oleh Arab Saudi.

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi meluruskan informasi ini. "Mohon kepada semua pihak ini penting disampaikan, agar tidak mengembangkan isu-isu yang menyesatkan," kata Zainut kepada wartawan, Minggu (2/5/2021).

Zainut menjelaskan ketiga isu liar itu sama sekali tidak benar. Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini menegaskan, belum adanya kepastian terkait keberangkatan jemaah haji 2021 karena situasi pandemi COVID-19 yang belum melandai baik itu di Arab Saudi maupun di dunia. Dia mengingatkan terkait kasus gelombang kedua COVID-19 di India yang hingga kini masih mengkhawatirkan.

"Jadi memang dalam kondisi pandemi yang tidak bisa kita hindari. Jangan kemudian ada isu-isu yang itu justru membingungkan masyarakat bahkan bisa menimbulkan hal-hal yang tidak baik," ujar Zainut.

"Kalau misalnya nanti ada pembatalan atau tidak ada pemberangkatan itu kaarena situasi pandemi COVID-19. Jadi kami mengimbau betul kepada masyarakat untuk tidak percaya hoax ya, berita bohong yang diedarkan oleh orang-orang yang memang sengaja menciptakan situasi yang tidak kondusif," tambahnya.

Terkait haji 2021, hingga saat ini kata Zainut, pemerintah masih menunggu kepastian dari otoritas Arab Saudi. Namun dia meminta calon jemaah haji untuk mulai menata hati.

"Masyarakat terutama calon jemaah haji harus menyiapkan diri menata hatinya agar bisa menerima keputusan dari pemerintah dalam bentuk apapun, termasuk keputusan yang paling pahit jika misalnya tahun ini tidak diselenggarakan ibadah haji," ujar Zainut.

#Ibadah haji 2021