Ririn
Ririn

Jumat, 30 April 2021 12:49

Getty Images
Getty Images

AS Selidiki Kemungkinan Serangan Energi Misterius di Dekat Gedung Putih

Seorang pejabat Dewan Keamanan Nasional diyakini telah mengalami penyakit misterius setelah serangan itu

BUKAMATA - Badan-badan federal AS telah meluncurkan penyelidikan terkait "serangan energi misterius" di dekat Gedung Putih dan di Virginia.

Menurut laporan Daily Mail, Pentagon sedang menyelidiki dua insiden, termasuk yang dilaporkan terjadi di dekat Ellipse, sebuah taman seluas 52 hektar di selatan pagar Gedung Putih di Washington, DC pada bulan November.

Seorang pejabat Dewan Keamanan Nasional diyakini telah mengalami penyakit misterius setelah serangan itu, menurut CNN .

Serangan lainnya terjadi pada 2019 dan dilaporkan oleh seorang pejabat Gedung Putih yang sedang berjalan-jalan dengan anjingnya di pinggiran Virginia dekat Washington.

Serangan tak terlihat ini melibatkan pengarahan energi ke target tertentu, dan bisa melibatkan metode seperti laser, atau bisa juga melibatkan pengalihan energi gelombang mikro ke arah manusia.

Serangan tersebut dilaporkan terkait dengan 'Sindrom Havana', penyakit misterius yang mempengaruhi diplomat AS di Kuba pada 2016.

Saat itu, staf kedutaan AS di Havana mengeluhkan gejala seperti pusing, gangguan pendengaran dan penglihatan berkabut.

AS kemudian menuduh Kuba melakukan 'serangan sonik' di tengah ketegangan diplomatik antara kedua negara.

Namun, para pejabat AS belum menemukan bukti konklusif yang menunjukkan bahwa serangan terbaru di tanah AS ini terkait dengan yang terjadi di luar negeri.

Beberapa departemen pemerintah sedang menyelidiki serangan misterius tersebut termasuk CIA, Departemen Luar Negeri dan Departemen Pertahanan.

Direktur CIA, William Burns juga baru-baru ini berjanji untuk memeriksa bukti dugaan serangan terhadap personel AS di luar negeri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Amerika Serikat

Berita Populer