SURABAYA, BUKAMATA - Senin, 20 April 2021. Kopda Eta Kharisma Dwi Bhintarani Bachtiar Rusli sudah lengkap dengan seragam TNI Angkatan Laut. Sudah bersiap hendak ke Markas di Surabaya, dari rumahnya di Lumajang, Jawa Timur. Hendak bergabung dengan 52 awak Nanggala-402 lainnya.
"Dik, saya berangkat ya?" Kopda Kharisma pamit sambil naik ke sadel motornya.
Tiba-tiba, sepeda motornya mogok. Motor Honda C70 itu memang sudah tua. Namun, baru kali ini mogok. Tidak seperti biasanya. Kopda Kharisma lalu menurunkan ranselnya, mengutak-utak mesin sepeda motor itu. Lalu dia menstater. Sudah nyala.
Baca Juga :
Kembali dia pamit ke istrinya. Eka Umbriah Hasanah, mengantar hingga ke halaman. Terasa ada yang hilang. Hati Eka lega, saat sang suami mengabarkan, telah sampai ke Surabaya. Sudah masuk markas.
Begitu pun keesokan harinya, Selasa siang, saat bertolak menuju perairan Banyuwangi. Kopda Kharisma kembali pamit ke sang istri. Eka merasa seperti biasa, suaminya pamit hendak berlayar.
Lalu Rabu, 22 April 2021. Sore itu, Eka mendapat kabar, Nanggala-402 hilang kontak. Dia mengecek di grup WA istri Hiu Kencana. Ternyata kabar itu benar. Hati Eka masygul. Penuh rasa khawatir.
Jumat, 24 April 2021, Eka membawa anaknya, berangkat ke Crisia Centre di Banyuwangi. Pada Sabtu sore, hati Eka hancur. Nanggala-402 dinyatakan tenggelam. Dia pun pulang. Namun si bungsu merengek, meminta untuk tinggal. "Papa pulang hari Minggu," rengek si kecil. Eka heran, padahal, si bontot itu belum mengenal nama-nama hari.
Pada Minggu, 25 April itu, sang suami benar-benar pulang. Bukan ke Eka, tapi ke hadirat Tuhannya. Dengan suara bergetar pada konferensi pers di Bali, Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto mengumumkan, seluruh awak Nanggala-402 dinyatakan gugur.
Kopda Kharisma Dwi Bhintarani memang lahir di Jawa. Namun, ayahnya seorang pesiunan TNI Angkatan Laut asal Gowa. Namanya, Bachtiar Rusli. Ibu Bhintar (sapaan Kharisma Dwi Bhintarani) adalah orang Sunda-Cirebon. Namanya Dwi.
Menurut tante Kopda Kharisma di Gowa, Nurhaena Nurungruppa (42), meski lahir di Jawa, namun Kopda Kharisma sering ke Gowa saat masih kecil. Juga sering komunikasi kirim ucapan selamat saat hari raya lebaran.
Menurut Nurhaeni, keponakannya itu orang pendiam namun supel dalam bergaul. Disiplin, karena memang dididik oleh ayahnya yang seorang tentara. Demikian pula kakenya, berlatar belakang militer.