Ririn : Minggu, 25 April 2021 10:16
Twitter

BUKAMATA - Ratusan orang menggelar aksi protes di Yerusalem dan di perbatasan Gaza pada Sabtu malam, di tengah serangan roket dari Gaza menuju Israel.

Media Israel melaporkan bahwa sekitar 700 warga Palestina telah melakukan protes di dekat perbatasan Karni.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dilaporkan menggunakan suar dan granat kejut untuk menahan orang-orang, tanpa memberi mereka kesempatan untuk mendekati pagar keamanan.

Video yang diduga menunjukkan suar tembak IDF di dekat pagar keamanan dibagikan di Twitter.

Para demonstran yang turun ke jalan bermaksud untuk menyatakan dukungan bagi warga Palestina yang tinggal di Yerusalem.

Ada juga unjuk rasa di Beit Hanoun di Jalur Gaza utara untuk mendukung Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa.

Protes juga terjadi di Tepi Barat, di mana orang-orang berbaris ke pos pemeriksaan Israel, termasuk pos pemeriksaan Jalameh Jenin, pos pemeriksaan Huwarra Nablus dan Bab al-Zawiyeh Hebron.

Sekitar seratus warga Palestina dilaporkan melakukan protes di dekat pos pemeriksaan Qalandiya antara Yerusalem dan Ramallah, ibu kota administratif de facto Otoritas Nasional Palestina (PNA).

Meningkatnya ketegangan Israel-Palestina berlangsung di tengah bulan suci Ramadan dan dipicu oleh serangan baru-baru terhadap Yahudi dan Arab.

IDF mengatakan bahwa pada Jumat malam, sekitar 36 roket ditembakkan dari Gaza, dan mereka meluncurkan serangan balasan pada malam berikutnya.

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas dikabarkan akan memimpin pertemuan Komite Eksekutif Fatah pada hari Minggu untuk membahas dinamika yang sedang berlangsung.

"Pertemuan ini akan membahas peristiwa berbahaya di Yerusalem, dan untuk meninjau persiapan gerakan untuk proses pemilihan, terutama dalam konteks desakan kepemimpinan Palestina bahwa tidak akan ada pemilihan tanpa Yerusalem," kata anggota Komite Sentral Fatah Sabri Saydam, dikutip oleh The Times of Israel.

Palestina sedang mempersiapkan pemilihan umum pertama mereka dalam 15 tahun. Pemilihan parlemen di Tepi Barat dan Jalur Gaza akan berlangsung pada 22 Mei, sementara pemilihan presiden dijadwalkan pada 31 Juli.