Redaksi
Redaksi

Jumat, 23 April 2021 15:19

Nekat Mudik akan Dikarantina di Rumah Hantu

Nekat Mudik akan Dikarantina di Rumah Hantu

Pemerintah Desa Sepat, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah menyiapkan sebuah rumah hantu untuk mengkarantina pemudik yang nekat pulang kampung.

BUKAMATA - Tahun lalu, pemerintah melarang masyarakat untuk melakukan mudik Lebaran. Saat itu kasus COVID-19 sedang tinggi-tingginya. Sehingga dengan tidak mudik, maka masing-masing orang bisa membantu memutus rantai penularan COVID-19.

Tahun ini pemerintah kembali mengeluarkan larangan mudik Lebaran mulai 22 April hingga 24 Mei 2021. Sejumlah daerah mempunyai cara tersendiri agar warga tidak nekat pulang kampung, karena masih pandemi Covid-19.

Seperti yang dilakukan Pemerintah Desa Sepat, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Seperti tahun sebelumnya, desa tersebut kembali menyiapkan sebuah rumah hantu untuk mengkarantina pemudik yang nekat pulang kampung.

"Sudah kita siapkan rumah hantu untuk yang nekat mudik. Ini baru kita bersihkan gotong royong, kerja bakti warga. Besok sudah siap. Kalau ada yang nekat mudik akan kita masukkan ke rumah hantu," ujar Kepala Desa Sepat Mulyono, Jumat (23/4/20201).

Mengingat saat ini bulan puasa, pihaknya menyediakan makanan untuk berbuka dan sahur. Menurutnya, ada 4 ruangan yang disediakan untuk menampung para pemudik.

"Makanan buka dan sahur kita sediakan," katanya.

Sebelum mengoperasikan rumah hantu sebagai tempat karantina, Mulyono mengaku bakal meminta izin kepada Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Mulyono memperkirakan akan banyak perantau yang bandel yang akan pulang lebih awal.

"Saya kira banyak warga yang akan pulang, karena banyak warga perantauan di luar Jawa dan Jakarta. Boleh pulang, tapi tetap kita karantina di rumah ini," katanya.

Mulyono menyebut, rumah hantu yang akan digunakan sebagai tempat karantina itu dulunya merupakan gudang tas. Rumah tersebut sudah 11 tahun ini tak ditempati oleh yang punya.

"Ini dulu gudang tas. Rumah tua, sudah 11 tahun ini tidak ditempati," jelasnya.

Pada tahun lalu, sejumlah warga yang nekat mudik dan yang bandel tak melakukan karantina dimasukkan ke dalam rumah tersebut. Mereka benar-benar kapok. Selain ketakutan, mereka juga mengaku selalu dibayang-bayangi kedatangan hantu sesungguhnya. Bahkan mereka mengaku pernah didatangi hantu yang mereka takutkan selama ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Larangan Mudik