JAKARTA, BUKAMATA - Ekonom Senior Fadhil Hasan, mempertanyakan alasan utama pemerintah melakukan perubahan struktur kabinet, di saat pandemi COVID-19 belum mereda dan di waktu pemerintahan sudah berjalan lebih dari satu tahun.
Fadhil menegaskan, struktur kabinet dibentuk dan para Menteri ditunjuk biasanya terjadi saat awal pemerintahan. “Saya kira ini pertama kali dalam sejarah kepemimpinan Presiden yang memimpin dua periode, terjadi perubahan dalam struktur kabinet bukan diawal masa kepemimpinannya melainkan disaat pemerintahan sudah berjalan lebih dari satu tahun. Yang sering kita lihat selama ini adalah pergantian dan/atau perubahan para pembantu Presiden disebabkan karena salah tempat, kurang cocok, atau terkena kasus lainnya. Jadi ini sesuatu yang mengejutkan dan tidak biasa,” ujar Fadhil.
Fadhil berpendapat, penggabungan atau penambahan kementerian yang tidak tepat secara timely, menunjukan buruknya perencanaan dan pengorganisasian pemerintahan saat ini.
“Itu (Penggabungan atau penambahan kementerian. Ed) menunjukan, pemerintah tidak memiliki rencana yang matang dalam memenuhi program kerja yang merupakan janjinya kepada masyarakat. Sebagaimana kita ketahui bahwa kementerian memiliki program yang didedikasikan untuk memenuhi janji politik pemerintah. Dengan adanya perubahan struktur ditengah berjalannya pemerintahan akan mengganggu program kerja yang dirancang sebelumnya. Ini pertanda buruknya perencanaan dan pengorganisasian pemerintahan saat ini," tambah Fadhil Hasan.
BERITA TERKAIT
-
Indonesia Diminta Bersikap Tegas Tindak Pembakaran Al Quran di Swedia
-
Ekonom: Pandora Papers Sinyal Ada Persoalan Etika Pejabat Publik dan Lemahnya Reformasi Perpajakan
-
Ekonom Achmad Nur Hidayat Sarankan Satgas BLBI tidak Gaduh
-
Pakar: Indonesia Butuh Cara Ekonomi Baru untuk Keluar dari Jebakan Ketimpangan Ekonomi
-
Pakar: Efek Taper Tantrum FED 2021-2022 Tidak Separah 2013, Tapi Tetap Waspada