BUKAMATA - Amerika Serikat telah mengumumkan sanksi terhadap Rusia sebagai tanggapan atas "serangan dunia maya dan tindakan bermusuhan lainnya."
Sanksi tersebut diumumkan pada hari Kamis, menargetkan puluhan entitas dan pejabat Rusia.
Gedung Putih mengatakan bahwa itu bertujuan untuk mencegah aktivitas asing dari Rusia yang berbahaya.
Pernyataan tersebut menambahkan bahwa intelijen Rusia berada di balik peretasan besar-besaran "SolarWinds" tahun lalu, di mana penjahat dunia maya membobol akses ke 18.000 jaringan komputer pemerintah dan swasta. AS juga menuduh Moskow ikut campur dalam pemilu 2020.
Rusia membantah semua tuduhan itu dan mengatakan akan menanggapi dengan cara yang sama.
Selain sanksi, AS juga telah menerbitkan detail tentang aktivitas intelijen Rusia, mulai dari perusahaan terdepan yang terlibat dalam penyebaran disinformasi, hingga perusahaan teknologi Rusia yang diduga mendukung layanan intelijennya. Harapannya adalah untuk lebih menyulitkan Rusia dalam beroperasi.
Tak lama setelah sanksi diumumkan, kementerian luar negeri Rusia menyebut AS mengambil langkah bermusuhan.
"Tindakan agresif seperti itu tentu saja akan mendapat tanggapan yang tegas," kata pernyataan itu.
Namun UE, NATO dan Inggris sama-sama telah mengeluarkan pernyataan untuk mendukung langkah AS.
BERITA TERKAIT
-
Dari 3 Benua: 34 Tim Nasional Siap Berlaga di Piala Dunia 2026
-
Kirim 200 Surat Tarif Impor ke Mitra Dagang, Trump Tutup Ruang Negosiasi Ulang
-
Negosiasi Tarif, Indonesia Tekankan 5 Hal Ini ke Amerika Serikat
-
QRIS & GPN Disoroti dalam Negosiasi Dagang dengan Pemerintah AS
-
China Desak AS Batalkan Semua Kebijakan Tarif: Mari Kembali ke Jalan yang Benar