Serap Aspirasi Warga Ujung Pandang, Ridwan Wittiri Tekankan Pemutakhiran Data Bansos
01 Februari 2026 17:46
Kotak hitam mirip kotak amal yang dibuang OTK di halaman kantor Bupati Pinrang, sudah dibuka Gegana. Ini isinya.
PINRANG, BUKAMATA - Selasa, 6 April 2021. Saat itu pukul 09.30 Wita. Anggota Satpol PP, Harnas (55) dan Hasri Hadi (44), sedang duduk di tribun lapangan upacara kantor Bupati Pinrang Jl Bintang, Kelurahan Maccorawalie, Kecamatan Watang Sawitto, Pinrang. Ada empat rekannya yang lain. Tiba-tiba, seorang pengendara sepeda motor putih biru memasuki halaman kantor Bupati dengan melewati pintu satu.
Ketika melintas depan tribun kantor bupati, orang yang tidak dikenal tersebut membuang sebuah kotak berwarna hitam. Mirip celengan yang berukuran 25 x 30 cm.
Sambil membuang kotak, pengendara tidak memberhentikan laju sepeda motornya. Kemudian diteriaki oleh anggota Satpol PP, namun orang yang tidak dikenal tersebut tetap melajukan sepeda motornya sampai melewati pintu dua kantor bupati Pinrang dan meninggalkan Kantor Bupati Pinrang.
Salah satu anggota Satpol PP atas nama Harnas, langsung mengangkat kotak tersebut dan dibawa ke dalam tribun Kantor Bupati. Namun oleh rekannya diperintahkan untuk mengembalikan ke tempat semula di mana pertama kali dijatuhkan oleh orang yang tidak dikenal tersebut
Selanjutnya, ajudan Bupati Pinrang, Aiptu Andi Agus menghubungi piket Polres Pinrang.
Pada pukul 10.15 Wita, piket Polres Pinrang tiba di TKP. Dipimpin Kapolres Pinrang, AKBP Arief Sugihartono, Kabag Ops Polres Pinrang Kompol Marthen Sinaga dan didampingi oleh Kapolsek Urban Watang Sawitto Kompol Hajeri, Kasat Intelkam Polres Pinrang AKP Abd. Rahman, Kasat Sabhara Polres Pinrang AKP Mansyur, SH, Kasi Humas Polres Pinrang Iptu H. Nasir, Kanit Inavis Polres Pinrang Ipda H. Achmad, S.Sos, Panit Sabhara Polsek Urban Watang Sawitto Iptu Irwan Kurniawan. AS, Panit 2 Reskrim Polsek Urban Watang Sawitto Ipda Muh. Habir. SH, Panit 1 Unit Lantas Polsek Urban Watang Sawitto Iptu Hollong, Panit 2 Unit Lantas Polsek Urban Watang Sawitto Drs. Malbet Malino, serta KBO Sat Intelkam Polres Pinrang Ipda Muh. Nasrum Sujana.
Mereka langsung memasang garis polisi dan menghubungi Tim Wanteror Brimob Bataliyon B Pelopor Parepare.
Pukul 12.42 Wita, 1 Regu Tim wanteror Brimob Bataliyon B Pelopor Parepare tiba di Kantor Bupati Pinrang yang dipimpin oleh Iptu I Putu Artawan. Tim Wanteror Brimob Baltaliyon B Parepare dan selanjutnya melakukan koordinasi dengan Kabag Ops Polres Pinrang dan melaksanakan apel dan selanjutnya Tim Wanteror Brimob Bataliyon B Pelopor Parepare melakukan olah TPTKP dan mengsterilkan sekitaran lokasi TPTKP.
Di sekitar TKP, ditemukan selembar foto kopy KTP dengan identitas berinisial NS (25). Pekerjaan seorang mahasiswa beralamat di Duampanua.
Selanjutnya, Tim Resmob bersama Tim Sat Intelkam Polres Pinrang melakukan pencarian terhadal terduga pelaku pembuangan kotak hitam yang mirip kotak amal sesuai dengan KTP alamat yang diduga pelaku.
Pukul 15.10 Wita Kompol Sapari, S.Sos Danyon Bataliyon B Pelopor Brimob Parepare, tiba di Kantor Bupati Pinrang.
Pada pukul 15.35 Wita, Tim Detasemen Gegana tiba di Kantor Bupati Pinrang, dipimpin oleh Kaden Gegana Polda Sulsel AKBP Dr. Sahruna Nasrun, SE. MM dan langsung melaksanakan apel serta koordinasi dengan Kabag Ops Polres Pinrang.
Mereka mengimbau masyarakat di sekitar, untuk menjauhi lokasi. Gegana kemudian langsung melakukan penjinakan serta menganalisa barang yang diduga bahan peledak, disaksikan Kapolres Pinrang AKBP M. Arief Sugihartono, S.Ik. MT, didampingi para pejabat teras Polres Pinrang dan personel Polres Pinrang serta Polsek Urban Watang Sawitto.
Seluruh rangkaian penjinakan barang yang diduga bahan peladak tersebut, berakhir pada pukul 16.40 Wita. Hasilnya, tidak ditemukannya bahan material yang berbahaya pada kotak tersebut, dan selanjutnya kotak tersebut dibawa ke kantor Polres Pinrang.
Saat dibuka, di dalamnya terdapat, 16 lembar foto copi KTP atas nama inisial NS. Juga ada uang dengan total Rp37 ribu, dengan rincian, 2 lembar uang pecahan Rp10.000, 2 lembar uang pecahan Rp5.000, 3 lembar uang pecahan Rp2.000, dan 1 lembar uang pecahan Rp1.000.
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 17:46