Redaksi
Redaksi

Rabu, 07 April 2021 09:42

Tangkapan layar pelaku yang meletakkan kotak mencurigakan di halaman kantor Bupati Pinrang.
Tangkapan layar pelaku yang meletakkan kotak mencurigakan di halaman kantor Bupati Pinrang.

Ini Terduga Pelaku yang Letakkan Kotak Mencurigakan di Halaman Kantor Bupati Pinrang

Sebuah aksi teror kembali meresahkan warga. Tepatnya di halaman kantor Bupati Pinrang. Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy biru putih, meletakkan sebuah kotak hitam yang ternyata kotak celengan.

PINRANG, BUKAMATA - Sebuah tangkapan layar beredar. Dari rekaman CCTV di sekitar kantor Bupati Pinrang. Seorang pria bercelana pendek, mengenakan helm mengendarai sepeda motor Honda Scoopy.

Diduga, pria itu yang meletakkan kotak hitam mirip celengan dari besi di halaman kantor Bupati Pinrang. Kini, polisi tengah menyelidiki pria tersebut. Resmob juga sudah mendatangi alamat yang tertera dalam foto copy KTP yang ditemukan di lokasi dan di dalam kotak hitam itu.

Demikian diungkap Kapolres Pinrang AKBP Arief Sugihartono dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (6/4/2021) kemarin.

Menurut AKBP Arief, kejadiannya sekira pukul 09.30 Wita kemarin. Pelaku masuk dari pintu satu kantor Bupati Pinran, lalu melintas di dekat tribun upacara. Lalu dia meletakkan kotak hitam.

Sempat diteriaki sama Satpol PP, namun dia terus melajukan sepeda motornya berlalu pergi. Ajudan Bupati lalu melapor ke Polres Pinrang. Tak lama kemudian, Kapolres Pinrang AKBP Arief Sugihartono bersama jajarannya, ke lokasi.

Mereka kemudian mengontak Tim Gegana Polda Sulsel. Dari hasil analisa dipastikan isi kotak itu tidak mengandung bahan peledak atau bahan berbahaya lainnya.

"Tidak ada yang membahayakan setelah dianalisa melalui peralatan jibom Gegana Brimob Polda Sulsel. Setelah dianalisa tidak ada material yang membahayakan tidak mengandung bahan peledak," kata AKBP Arief.

Kotak tersebut lalu dibawa ke Mapolres Pinrang. Ternyata isinya, 16 foto copy KTP atas nama NS (25). Juga uang tunai total Rp37 ribu.

Atas adanya aksi teror itu, Arief meminta masyarakat untuk waspada. "Kita antisipasi bersama terhadap kelompok-kelompok radikal agar kita sama-sama memperhatikan, jika ada hal yang mencurigakan supaya berkoordinasi dengan pihak terkait," tuturnya.

Sebelumnya, sebuah kardus bertuliskan "ISLAM X" diletakkan orang tak dikenal di gerbang masuk Jl Sungai Pareman 1 Makassar. Setelah dibongkar tim Gegana, isinya ada hampir 200 bola lampu bekas.

Masyarakat trauma pasca peledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, pada Minggu, 28 Maret 2021 lalu. Dua pelaku bom bunuh diri, Lukman dan istrinya, Yogi Sahfitri Fortuna, tewas dalam aksi tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#teror bom #Pinrang