MAKASSAR, BUKAMATA -- Selasa, 6 April 2021. Dini hari itu, Rendi dan Saiful sedang asik berselancar di dunia maya di sebuah warnet di Jl Toddopuli, Kota Makassar.
Tiba-tiba, belasan pemuda masuk. Mereka bersenjatakan parang dan balok.
"Apa kau, jangko lari," ancam salah seorang terhadap Rendi.
Melihat para penyerangnya, Rendi mencoba kabur. Namun terkejar. Dia tersudut di meja operator.
Tebasan parang dan pukulan benda tumpul mendarat ke tubuh dan kepala Rendi.
Seorang pengunjung, Saiful berusaha menengahi. Namun, dia pun tak luput dari serangan para pemuda itu. Kepala Saiful juga berdarah akibat hantaman parang.
"Awas kalau kau tidak hapus CCTV-mu. Kudatangi lagi warnetmu," ancam seorang pelaku terhadap Agus, pengelola warnet.
Mereka pun lantas kabur meninggalkan warnet.
Sepeninggal penyerang, Rendi dan Saiful lalu dilarikan ke RS Faisal, Makassar.
Personel Resmob Polsek Panakkukang segera ke lokasi. Mengamankan rekaman CCTV. Mereka sudah mengantongi identitas pelaku. Saat ini, mereka dalam pengejaran polisi.
Sementara itu, dua korban Rendi dan Saiful mengaku tidak mengenal pelaku. Namun diduga, aksi penganiayaan itu buntut dari kekesalan para pelaku terhadap Rendi yang sebelumnya mengendarai sepeda motor secara ugal-ugalan, hingga nyaris menabrak salah seorang kawanan pelaku.
Penulis: Noer
BERITA TERKAIT
-
Cinta Ditolak, Pelajar 17 Tahun Tega Habisi Nyawa Petugas Kebersihan di Luwu Timur
-
Rusak Pabrik Penggilingan Padi, Seorang Pria di Bone Disekap dan Dianiaya Sejumlah Warga
-
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penganiayaan Security Kampus di Bone
-
Aksi Brutal Sekelompok Remaja Serang Percetakan di Bone Terekam CCTV
-
Terdesak Karena Dikeroyok, Guru Pesantren di Bone Tikam Seorang Pemuda