MAKASSAR, BUKAMATA - Dari penggerebekan di rumah bomber Katedral Makassar, Muh Lukman (26), juga di rumah ibunya di Jalan Tinumbu Lorong 132, Kelurahan Bunga Ejaya, Kecamatan Bontoala, Makassar, Senin (29/3/2021), Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri, berhasil membawa sejumlah dokumen. Salah satunya, sepucuk surat yang ditinggalkan Lukman untuk ibu dan adiknya.
Surat tersebut berupa selembar kertas putih. Ada tulisan dengan huruf kapital di dalamnya. Begini isinya:
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Wasiat kepada orang yang saya cintai karena Allah.
Wahai ummy ku. Minta maafka kalau ada salahku. Baik perilaku maupun lisanku. Janganki lupa senantiasa beribadah kepada Allah dan janganki tinggalkan sholat. Semoga Allah kumpulkanki di surgaNya.
Ummy, sekali lagi minta maafka. Kusayang sekaliki. Tapi Allah lebih menyayangi hambaNya.
Makanya, saya tempuh jalanku sebagai mana jalan nabi/rasul Allah untuk selamatkanki dan bisaki kembali berkumpul di surga.
Satuji pesanku buat kita ummy, berhenti maki ambil uang bank, karena uang bank itu riba dan tidak diberkahi oleh Allah.
Ini ada uang simpananku 2.350.000 untuk bayar pinjamanta di bank. Dan itu uang kontrak rumahku masih ada 5 bulan di karyawan laundry nya Mus 500.000/bulan na kontrakkan. Ambil maki tiap bulan. Simpanki untuk bayar pinjamanta.
Pitto, minta maafka kalau ada salahku dek. Baik itu lisanku maupun perbuatanku dulu.
Satu pesanku untuk kau dek, jaga ummy baik-baik. Kau mami bisa jaga ummy dan jangan juga malas-malasan sholat. Dan jangan mi bergaul-gaul. Fokus saja bantu ummy.
Istiqomah ki semua di jalan ini nah ummy, Pitto dan keluargaku yang saya cintai karena Allah, semoga Allah kumpulkanki di surga dan semua saudarahnya dan keluarganya bapakku.
Muh Lukman"
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan, Selasa (30/3/2021), membenarkan kalau itu surat Lukman. "Iya (surat wasiat beredar di media sosial benar milik Lukman)," ujarnya.
Lukman bersama istrinya, Yogi Sahfitri Fortuna alias Dewi, Minggu, 28 Maret 2021, sekira pukul 10.20 Wita, telah meledakkan diri di depan Gereja Katedral Makassar. Saat itu, Lukman dan Dewi mengendarai sepeda motor Honda matic berwarna oranye dengan nomor polisi DD 5984 MD.
Jasad Lukman dan Dewi sudah dimakamkan dalam satu liang di Pallantikan, Maros, dekat makam ayah Lukman.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap ada empat orang tersangka lainnya yang diamankan di Makassar, karena turut membantu Lukman dan Dewi melakukan aksinya.
Penangkapan kata Jenderal Sigit, juga dilakukan di Bima (NTB), Bekasi (Jawa Barat) dan di Condet (Jakarta Timur).
TAG
BERITA TERKAIT
-
Selain di Polsek Astana Anyar, Ini 5 Bom Bunuh Diri di Kantor Polisi 10 Tahun Terakhir
-
Mantan Narapidana Teroris: Ada Rasa Kecewa yang Jadi Pemicu Bom Bunuh Diri
-
Pimpin Apel Pagi, Ini Penekanan Danyon Brimob Bone
-
Dewan Kecam Keras Aksi Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar
-
Polri Ungkap Identitas Pelaku Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar, Kapolri : Mantan Napi Teroris