TAKALAR, BUKAMATA – Kepala Kepolisian Resor Takalar AKBP Beny Murjayanto mengimbau seluruh personelnya, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan pasca kejadian terror Bom di Makassar, Minggu (28/3/2021) lalu.
“Saya menginstruksikan seluruh personel untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,” ujar Beny.
Ia menerangkan, seluruh personel yang bertugas di lapangan dan merupakan ujung tombak Polri, yang bersentuhan langsung dengan masyarakat hingga ke pelosok-pelosok terpencil agar memaksimalkan pencegahan serta melakukan deteksi dini.
“Mereka ini bersentuhan langsung dengan masyarakat dan paham betul karakteristik masyarakat binaannya, jadi jika ada warga yang mencurigakan, utamanya pendatang baru agar para Bhabinkamtibmas mendata dan melakukan pemantauan aktifitas warganya,” ujarnya.
"Harus segera diantisipasi dan dideteksi dini, harus didata jika ada warga pendatang baru di wilayahnya, apalagi jika yang bersangkutan cenderung menutup diri dan tidak berosialisasi dengan masyarakat setempat,” tutur AKBP Beny Murjayanto.
Selain itu, Beny juga menyampaikan jajarannya, untuk menggalang para ulama dan tokoh-tokoh lintas agama, guna bersama-sama mencegah tersebarnya paham radikalisme di tengah masyarakat.
AKBP Beny juga mengimbau para ulama dan tokoh-tokoh lintas agama untuk bersama-sama mencegah tersebarnya paham radikalisme di tengah masyarakat. Ini kata dia, menjadi ancaman yang harus sama-sama dicegah.
Diketahui sebanyak 76 personel Bhabinkamtibmas di jajaran Polres Polres Takalar yang tersebar di 100 kelurahan dan Desa di Wilayah hukum Polres Takalar.
Penulis: Maulana
BERITA TERKAIT
-
Selain di Polsek Astana Anyar, Ini 5 Bom Bunuh Diri di Kantor Polisi 10 Tahun Terakhir
-
Mantan Narapidana Teroris: Ada Rasa Kecewa yang Jadi Pemicu Bom Bunuh Diri
-
Pimpin Apel Pagi, Ini Penekanan Danyon Brimob Bone
-
Dewan Kecam Keras Aksi Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar
-
Polri Ungkap Identitas Pelaku Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar, Kapolri : Mantan Napi Teroris