Redaksi
Redaksi

Selasa, 30 Maret 2021 06:36

Lokasi bom bunuh diri meledak di depan Gereja Katedral Makassar.
Lokasi bom bunuh diri meledak di depan Gereja Katedral Makassar.

Empat Orang yang Membantu Bomber Katedral Ikut Diamankan, Ini Perannya

Empat terduga teroris diamankan di Makassar. Mereka diduga membantu pasangan bomber Katedral melakukan aksinya.

MAKASSAR, BUKAMATA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, jajaranya telah menangkap beberapa terduga teroris, pasca bom bunuh diri yang dilakukan Lukman dan istrinya, Yogi Sahfitri Fortuna di depan gereja Katedral Makassar.

Di Makassar, ada empat orang yang dibekuk Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Mereka masing-masing, AS, SAS, MR dan AA.

"Terkait bom bunuh diri kemarin, sampai hari ini kita sudah mengamankan 4 orang tersangka. Yaitu, AS, SAS, MR dan AA. Di mana masing-masing perannya bersama-sama dengan L dan YSF, mereka ada dalam satu kelompok kajian di Villa Mutiara," terang Kapolri.

Keempat terduga teroris yang ditangkap di Makassar ini sambung Kapolri, berperan memberikan doktrin dan mempersiapkan rencana jihad serta membeli bahan-bahan peledak untuk sebagai persiapan bom bunuh diri.

Jenderal Listyo Sigit menambahkan, tim Densus juga bergerak melakukan penggeledahan dan penangkapan di dua wilayah. Yakni, Condet Jakarta Timur dan Bekasi Jawa Barat. Empat terduga teroris diamankan yakni A, AH, AJ dan BS berikut barang bukti bom dan bahan peledak lainnya.

“Polisi temukan lima bom aktif. Jenis bom sumbu, 5 toples besar berisi bahan kimia peledak, sulfur, flashfolder dan termometer. Bahan-bahan ini akan diolah menjadi bahan peledak. Jumlahnya 4 Kg, kemudian ditemukan bahan peledak lain dengan jumlah 1,5 Kg,” jelas Kapolri.

Kemudian hasil operasi penangkapan di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) Densus 88 mengamankan lima terduga teroris dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

“Total lima pelaku telah diamankan, serta terus dikembangkan dalam waktu dekat dapat diamankan,” pungkas Listyo Sigit.

Untuk itu, Kapolri meminta agar masyarakat di Jakarta maupu di Makassar, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk melakukan aktivitas seperti biasa dan tetap tenang jangan panik. Kapolri memastikan, jajarannya terus mengejar kelompok-kelompok teroris dan mengusut tuntas peristiwa bom bunuh diri ini.

“Saya imbau masyarakat tetap tenang, tidak usah panik, terkait masalah teroris merupakan tugas kami untuk mengusut tuntas,” tutup Kapolri.

Penulis: Maulana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Bom bunuh diri

Berita Populer